Resepsi pernikahan berjalan lancar dan tamu undangan satu persatu meninggalkan kediaman pemilik acara begitupun Aliana yang sudah amat lelah berbaring di ranjang dengan kaki menjuntai ke lantai seperti kain kering diatas ranjang dengan mata terpejam erat dan nafas teratur, gadis itu tertidur. "Clek!" Pintu kamar mandi terbuka dan sosok berbalut bathrobe keluar dari dalamnya, melangkah dengan tangan menggosok rambut basahnya dengan handuk kecil kemudian duduk di ranjang disamping Aliana tidur. “Lelah, hm?” Tangan dingin Dave terulur, mengelus pipi lembut Aliana, “Mandi dulu sana biar tidurmu lebih nyaman.” “Lima menit lagi.” Suara Aliana merengek tanpa sadar, gadis satu malah membalikkan tubuhnya dan meringkuk seperti janin. “Bagaimana kalau…” Dave merendahkan kepalanya dan berbisik di

