Seluruh maid terlihat lebih sibuk dari biasanya dan Aliana yang biasanya membantu di dapur langsung dihadang oleh bibi. "Kenapa? Bukankah sudah biasa saya membantu masak untuk makan malam?" "Kali ini kamu tidak diijinkan. Sebaiknya kamu pergi atau lakukan apapun selain berada di dapur." "Tapi..." "Sudah sana pergi!" tubuh Aliana didorong dari area dapur, "Daripada kamu repot-repot membantu kami sebaiknya kau dandan saja yang cantik untuk makan malam nanti." wanita paruh baya itu tersenyum penuh makna namun sayang Aliana tidak terlalu memperhatikan ekspresinya. "Sebaiknya aku mengurus Askara saja." desah Aliana sebelum melangkahkan kakinya kelantai dua namun sebelum memasuki kamar si bungsu, gadis satu itu menghentikan langkahnya di depan kamar Aira yang sedikit terbuka. "Aira?" jari

