Paket misterius

2166 Kata

     Angga sudah bangun sejak 20 menit sebelum alarm nya berbunyi, entah kenapa semenjak dia bekerja mengelola kafe nya sendiri rasa tanggung jawab pada diri, keluarga dan pekerjaan mulai tumbuh dan mengakar.      Dia melihat ponselnya, baru jam 4 subuh. Emma masih terlelap dan tenggelam dalam dengkuran bayi mereka. Iya si Alfa itu tidurnya ngedengkur kaya bapaknya.      Angga keluar kamar perlahan, dia membuka jendela ruang tamu dan mulai merokok di sana.      Matanya tertuju sebuah box yang terlihat seperti dilempar begitu saja dari luar pagar.      "Emang ada paket ya semalam saat aku sama Emma udah tidur." ucap Angga. Dia memutuskan untuk memeriksa kotak itu.      Setelah menyalakan lampu teras sebagai penerangan karena langit masih pekat. Angga berjalan santai memungut kotak beru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN