Emma menurunkan kaca jendelanya hingga setengah, lalu memandang keluar jendela. Pikirannya entah kemana. "Nathan... Jadi sosok pacar yang diceritain Dita kala itu adalah mas Angga." ucap Emma dalam hati. Emma menghembuskan nafas berat. "Emang benar kadang circle terdekat kitalah yang mampu membuat kita terluka sampai tak bisa dikatakan lagi seberapa sakitnya. Entah kenapa, aku nggak suka mas Angga bercanda kaya tadi ke Dita, mereka mantan kan, dan Dita sahabat aku, tapiii Seah juga pernah menyandang tittle yang sama sebagai sahabat, sampai dia yang paling melukai ku di tahun-tahun terakhir kebersamaan kami." batin Emma, dia meremas jemarinya. Angga benar-benar menyadari perubahan sikap Emma yang mendadak sedingin north pole. "Sayang..." panggil Angga pe

