Emma merasakan pergerakan di jemari nya. Dia membuka mata perlahan dan betapa kagetnya saat tangan Angga sedang menggenggam tangannya. Emma langsung bangkit dan memeriksa keadaan Angga, namun seperti mimpi, Angga masih senantiasa terpejam dan tanpa pergerakan. "Aku tau kamu bakalan sadar mas, aku percaya masih ada harapan buat kamu, jangan nyerah ya, aku selalu dukung kamu, kamu harus sadar." ucap Emma yang berharap terlalu banyak pada keadaan. Dia menangis karena terlalu berat buat dia, dia mengira Angga sudah sadar, karena begitu erat tangan Angga menggenggam nya. "Iya aku disini, aku tetap disini nemenin kamu mas." ucap Emma. Dia terisak, dan berusaha dengan kuat menahannya. "Kenapa semesta sejahat ini padaku, aku pikir begitu aku membuka mata m

