Sudah jam 9 malam, penunggu pasien yang di izinkan hanyalah satu orang, maka Adit pun pulang. "Kalau ada apa-apa, telpon aja, butuh apa-apa telpon aja jangan sungkan." kata Adit. "Iya makasih, kamu hati-hati dijalan." pesan Emma. "Okkkeee.." jawab Adit. Setelah berpamitan Adit lantas keluar dari ruangan Angga. Tanpa ia tahu mama nya memperhatikannya dari jauh. Saat Adit sudah tak terlihat lagi, dr. Fatma lantas mendekat ke kamar rawat Angga. Dia mengintip kedalam. Tampak Emma tengah membersihkan nakas dan menata selimut Angga. Setelah itu kembali duduk dan tak pernah bosan menatap Angga yang terus terpejam. "Aku selalu berharap keajaiban akan datang." ucap Emma. "Cepat sembuh ya mas, aku sayang banget sama kamu. Jadi jangan biarin aku sendi

