1.SIAL
"DASAR COWOK SIALAN!!!"
Umpat Suhita dengan penuh kemarahan. Dadanya sampai terasa sesak, tangannya juga gemetaran hebat mencoba untuk menahan emosinya yang membuncah.
"PLACK!!!"
Bunyi tamparan yang cukup keras menjadi saksi bisu pertengkaran hebat antara Suhita dan sang pacar yakni Bena Bagaskara yang baru saja ke-Gep sedang berselingkuh dengan wanita lain oleh Suhita.
Anehnya, Bena hanya diam saja saat ditampar oleh Suhita karna dia memang bersalah sudah berselingkuh dengan wanita lain di belakang kekasihnya itu.
Dengan air mata yang berlinangan karna patah hati, akhirnya Suhita pun berjalan dan beranjak pergi meninggalkan Bena dan cewek tengil selingkuhannya itu.
Malam ini, dunia seperti runtuh bagi Suhita, seorang gadis cantik yang putus cinta. Dia benar-benar galau hingga tak terasa dia sampai berjalan tak tahu arah menyusuri jalan tol.
Suhita tak kuat lagi berjalan, dia sampai harus berhenti berjalan dan jatuh terduduk di pinggiran trotoar sambil menangis sesenggukan seperti anak kecil padahal umurnya sudah 23 tahun.
Samar-samar, terdengar suara lagu sendu dari pemusik jalanan yang sedang mengamen dari arah seberang jalan agak jauh di depan sana. Namun suaranya seakan mampu untuk membius Suhita yang sedang galau ini.
Bagaimana tidak, suara pemusik jalanan itu mengalun dengan amat merdu diiringi oleh alat musik gitar akustik yang sangat serasi.
......Bagaimana dengan aku ...
Terlanjur mencintaimu...
..Yang datang berii harapann...
Lalu pergiii dan menghilaaang...
....Tak terfikirkan olehmu...
Hatiku hancur karnamu.....
....Tanpa sedikit alasan...
Pergii tanpa berpamiitan...
Tak kan ku trima cintaaa...
...Sesaatmu....
Bait lagu Sial karya Andmesh Kamaleng dan Mohammed Kamga yang dipopulerkan Mahalini itu sedang viral dijagat raya, dan lagu itu amatlah mengena dalam relung hati Suhita yang paling dalam.
Dan saat ini pemusik jalanan yang bersuara emas pun masih menyanyikan lagu galau itu dengan amat merdu. Membuat tangis Suhita semakin pecah. Dia tak peduli lagi dengan banyak mata yang menatap ke arahnya namun tak berani untuk mendekatinya.
...Sial...Sialnya kuu bertemuu...
Dengan cinta semu...
..Tertipu tutur dan caramu...
Seolah cintaiku.....
...Puas kau curangi aku....
Suhita semakin galau saat mendengar bait lagu Sial Mahalini itu dan akhirnya dia kembali berjalan tanpa arah menyusuri trotoar dan semakin menjauhi pemusik jalanan yang mengadakan konser dadakan di pinggir jalan.
Malam ini, bahkan alam semesta seperti tahu akan isi hati Suhita yang remuk redam karna patah hati.
Bena Bagaskara, cowok sialan itu adalah cinta pertamanya, cowok tampan yang membuatnya jatuh hati dan membuatnya merasakan patah hati sekaligus.
Untuk apa Bena membuatnya jatuh cinta jika pada akhirnya dia akan menyakiti Suhita?. Jika tahu rasanya patah hati akan sesakit ini, mungkin saja Suhita tak akan pernah membuka hatinya untuk lelaki manapun juga.
Padahal Suhita sudah mati-matian untuk menjadi apa adanya di depan cowok ganteng dan penuh kharisma itu.
Ada banyak sekali bejibun cewek yang mengantri ingin menjadi kekasihnya karna Bena memang amat tampan dan keren. Apa lagi dia juga sudah mapan di usianya yang masih muda karna orang tuanya adalah orang kaya di Jakarta.
Apa karna Suhita wanita biasa-biasa saja, makannya Bena sampai berselingkuh?. Jika itu masalahnya, mungkin saja sejak awal mereka tak akan menjalin hubungan karna Suhita sudah bicara jujur apa adanya jika dia gadis biasa saja.
Apa karna Suhita tak cantik???.
Jika itu masalahnya, cantik itu relatif dan sebenarnya banyak juga cowok yang mengejar cinta Suhita namun Suhita selalu saja menolak semua cowok yang dekat dan ingin menjadi kekasihnya.
Suhita justru terpikat dengan Bena, cowok b******k yang sejak awal tampak manis dan penuh kharisma, namun ternyata adalah seorang pemain kelas kakap alias buaya darat. Tampaknya, Bena tak akan cukup hanya dengan satu wanita.
Ohh, dan iya! Bena selalu saja menuntut minta bercinta padahal mereka belum ada hubungan resmi bertunangan ataupun menikah!. Dan tentu saja Suhita tak mau melakukan hal gila semacam itu.
Apakah karna dia selalu menolak dengan tegas saat Bena memintanya untuk bercinta, sehingga membuat Bena berselingkuh? Jika memang itu masalahnya, segera nikahi Suhita dan mereka akan bebas bercinta. Namun kenapa laki-laki sialan itu malah meminta unboxing sebelum ada ikatan resmi antara mereka berdua?
Banyak sekali pertanyaan yang ada dalam otak Suhita namun dia sendiri justru bertambah bingung dengan jalan pikirannya sendiri mencari dimana letak kesalahannya itu hingga dia dicurangi oleh Bena.
Sumpah, ditinggal pas lagi sayang-sayange, ditinggal pas lagi jeru-jerune itu sangat menyakitkan. Suhita mendadak melankolis!.
Langkah Suhita mendadak terhenti saat dia tiba di tepi jembatan. Tangisnya sudah mulai reda dan akhirnya dia mencoba untuk menjernihkan pikirannya.
Namun angin berhembus sedikit kencang dan perlahan, tetes-tetes air hujan mulai membasahi bumi. Petir pun menggelegar sesekali membuat Suhita akhirnya meringkuk di pinggir jembatan layang itu.
Suara air di sungai semakin berisik dan hujanpun turun semakin deras.
Tubuh Suhita sudah basah kuyup, namun dia tak berniat untuk pulang. Dia masih ingin untuk melampiaskan sakit hatinya. Ingin sekali rasanya Suhita datang ke club malam sekalian atau bar, namun mungkin itu sama saja dengan kelakuan Bena yang b******k itu.
Terlihat ada beberapa mobil yang berlalu lalang di jalanan jembatan layang.
Suhita tak peduli, dia kembali berdiri dan menatap ke arah aliran sungai yang amat deras itu. Dia sedang mengamati cahaya bulan yang terpantul amat indah dalam air sungai.
Kini kaos yang dikenakan Suhita yang dilengkapi kemeja warna hitam menjadi basah kuyup, serta celana cargo panjang sampai mata kaki yang dia kenakan pun basah juga. Tak ketinggalan, topi serta sepatu kets miliknya pun ikut basah kuyup.
"KAK SUHITA, JANGAN BUNUH DIRI, KAK!!!"
Teriak seorang cowok dengan nada tinggi dan penuh khawatir.
Suhita pun menoleh ke arah asal suara dan syok saat tahu siapa cowok yang tadi memanggil namanya dengan amat keras seakaan langsung mengembalikan pikirannya yang kacau dan buyar.
"Raden Kian Santang???"
Suhita pun masih tak percaya dengan penglihatannya sendiri.
Lelaki tampan dan berperawakan kekar itu langsung memeluk Suhita dengan amat erat. Tak peduli jika tubuh Suhita basah.
Sialan, kenapa brondong tengil ini malah memeluknya dengan amat erat? Batin Suhita kesal, namun sialnya, dia malah menikmati pelukan hangat itu karna saat ini dia memang butuh tempat untuk bersandar.
Wangi parfum mahal milik Raden Kian Santang pun amat menenangkan bagi Suhita. Tanpa sadar, tangannya membalas memeluk tubuh tinggi dan kekar milik anak konglomerat Jakarta itu.
"Sayang, kamu nggak apa-apa?"
Tanya Raden Kian Santang mencoba untuk memastikan keadaan Suhita, gadis yang sudah sejak lama dia sukai. Namun Suhita sama sekali tak pernah meresponnya.
Dan kali ini Raden Kian Santang amat senang karna Suhita mau membalas pelukannya.
"Sayang pala lo!!!"
Sahut Suhita ketus.
"Yaaah, emang udah seharusnya kan, aku panggil Kakak sayang? Apa perlu, aku panggil istriku aja?"
Jeplak Raden Kian Santang sambil tersenyum manis.
Suhita pun selalu saja kesal jika sudah bertemu dengan cowok tengil satu ini. Tapi yang jelas, umur Raden Kian Santang itu jauh di bawahnya.
"Gue nggak sudi jadi istri lo!"
Sahut Suhita kesal.
"Semakin Kakak galak sama aku, semakin aku jatuh cinta sama Kakak!"
Ucap Raden Kian Santang sambil melepaskan pelukannya.
"Dasar gila!"
Suhita pun berhasil mengalihkan pikirannya yang kalut berkat kedatangan brondong manis di depannya.
"Iya, aku emang udah tergila-gila sama kamu, istriku!"
Ucap Raden Kian Santang sambil mencolek dagu Suhita dengan gemas.
Suhita ingin menjitak kepala cowok tampan di hadapannya, namun tiba-tiba saja kepalanya amat pusing, rasanya dunia ini semakin cepat berputar-putar, dan akhirnya yang tersisa hanyalah gelap.
Si cewek tomboy nan cantik itu akhirnya pingsan.
"SAYANG?!"
Teriak Raden Kian Santang panik, lalu dia menggendong tubuh Suhita untuk masuk ke dalam mobil mewahnya dibantu oleh para pengawalnya dan akhirnya mobil super mewah itu pun melaju kencang di jalanan malam Jakarta.
Apa yang akan terjadi selanjutnya???
Kemanakah Raden Kian Santang akan membawa Suhita???
❤️MBA With Bocil SMA❤️