Masih Kesal

1226 Kata
Malam harinya Saga baru pulang ke rumah. Dia pulang masih dalam keadaan kesal karna kesal dengan ucapan Jimmy tentang istrinya. Teringat lagi karena Jimmy tadi menghubungi dan meminta maaf. Saga menarik napasnya sebelum masuk ke dalam. Dia tidak mau kekesalannya membawa keributan dalam rumah tangganya. "Love aku pulang," ucap Saga langsung masuk ke dalam karna pintu depan tidak terkunci. "Bee kamu sudah pulang," ucap Reres yang sedang membantu anaknya mengerjakan pr di ruang tengah. "Ya. Kalian belum tidur? Kok pintu depan enggak di kunci?" tanya Saga lagi. "Tadi kayaknya Ani Ke luar sebentar mau beli sesuatu ke warung katanya," ucap Reres lalu membawa tas suaminya. "Kamu mandi dulu sana, nanti aku siapin makan malam untuk kamu Bee. Kamu belum makan 'kan?" tanya Reres membuka jas suaminya Dan membawa tas suaminya. "Belum sayang. Kamu sama anak-anak udah makan?" tanya Saga sambil merangkul sang istri dan mengecup pipi Reres. "Udah kok." "Yaudah kalau gitu. Kamu lanjut ngajarin anak-anak dulu enggak apa-apa Love. Aku mau mandi baru makan malam." "Oke Bee," ucap Reres. Saga pun tersenyum mengecup singkat kening istrinya lalu dia ke kamarnya untuk mandi. Dia butuh menyegarkan pikirannya karna ucapan Jimmy yang kurang ajar tentang istrinya. Sedangkan, Reres menaruh jas Dan tas suaminya di kursi. Ia lalu berjalan menghampiri kedua buah hatinya yang tengah sibuk. "Nay, Kay Mami siapin makan malam untuk Yayah dulu ya, nak. Mbok nitip anak-anak dulu ya," ucap Reres kepada kedua anaknya. Mbok Mar adalah pelayan dari rumah Reres dan ia juga yang menjaga Reres sejak kecil. Kini wanita tua itu menjaga kedua anak Reres. "Iya neng," sahut mbok Mar. "Oke mami," jawab Nay. Reres menuju ke belakang untuk menyiapkan makanan untuk suaminya. Sampai di dapur dia mengeluarkan makanan yang tadi untuk dihangatkan lagi. "Bu biar saya saja yang menyiapkan makan untuk bapak," ucap Ani yang baru saja tiba. "Enggak usah Mbak. Aku aja. Lagian cuma angetin aja. Ini sudah jam kamu istirahat lebih baik kamu istirahat," ucap Reres. Dia tidak mau Ani terlalu lelah karena seharian membantu menjaga Kay. Memang itu pekerjaannya, tapi bagaimana pun mereka juga perlu istirahat. Jadi, dia akan mengerjakan sendiri apabila jam kerja pembantunya sudah selesai. "Baik, Bu. Saya permisi." Ani pamit. Reres mengangguk lantas pembantunya berlalu Dari sana. Reres menyiapkan semuanya. Setelah selesai dia menutupnya lagi. Dan kembali ke anak-anaknya. "Yayah belum turun juga?" tanya Reres saat anak-anaknya menonton tv. "Belum Mi," sahut Nay. "Nay kenapa nonton tv? Emangnya sudah selesai tugas gambarnya?" tanya Reres lagi. "Sudah, Mi. Tinggal dicek saja," ucap Nay. Reres melihat tugas Nay. Lalu membiarkan putrinya menonton tv. "Kalian nonton apa seru banget?" tanya Saga menghampiri Nay yang fokus bersama Kay menonton kartun kesukaan mereka. Tidak lupa Saga memeluk dan mencium Nay, juga Kay sangat akrab dan penuh kasih sayang. Reres yang melihatnya tersenyum. "Makan dulu yuk," ajak Reres. "Sama kamu ya Love?" Sava meminta dan Reres anggukan kepalanya. "Nay kalau udah jam 9 bobo ya?" "Iya,mi." Reres sengaja meninggalkan putrinya menonton televisi untuk sedikit mendapatkan hiburan. Lagipula Nay sudah mengerti jadwal sehari-harinya Jadi ia tak perlu lagi diingatkan untuk tidur. Saga dan Reres berjalan ketika Sampai di ruang makan, Reres segera menyiapkan makan untuk suaminya. Saga sudah duduk di kursi sambil minum teh buatan istrinya. "Hari ini kerjaan kamu banyak?" tanya Saga basa-basi sambil menunggu Reres menyidiakan makanannya. "Ya enggak juga kayak biasa. Ni makan dulu kamu bee," ucap Reres menyodorkan piring beserta isinya. "Iya. Kamu enggak mau makan?" tanya Saga lagi. "Enggak, Bee. Badan aku aja udah segede gini masa mau terus makan malam," ucap Reres menunjukkan berat badannya yang tidak juga menunjukkan tanda-tanda penurunan. "Yaudah yang penting kan kamu sehat. Yaudah aku makan dulu. Kamu bener udah makan kan?" tanya Saga lagi. "Udah sayang...." Reres menjawab. Saga mengangguk lantas makan-makanan yang sudah disiapkan istrinya. Malam ini keduanya tak berbicara cukup banyak. Reres tahu kalau Saga sedang kesal dan entah apa alasannya. Wanita itu berniat untuk bertanya kepada suaminya nanti ketika mereka sudah berada di tempat tidur. Mungkin saja saat itu perasaan Saga sudah lebih baik. Sampai di kamar, Reres membersihkan wajahnya lebih dulu. Tentu saja Ia juga mengenakan produk kesukaannya belakangan. Belakangan wajahnya benar-benar menjadi lebih cerah, Glazed Skin. Reres belakangan juga sudah mencari tahu mengenai info produk ini. Karena produk yang ia kenakan sekarang itu sudah terjamin halal sudah BPOM. Susah pasti hal itu membuatnya tidak ragu untuk menggunakan. Sedangkan, Saga masuk ke kamar mandi. Setelah selesai Saga kembali ke jalan menghampiri sang istri yang tengah sibuk menggunakan Skin care. Reres memutar tubuhnya kemudian menatap ke arah Saga. "Kamu belakangan merhatiin muka aku nggak sih?" Saga mendekatkan wajahnya sehingga terlihat dekat sekali dengan Reres. "Muka kamu Licin banget enak buat dicium." kata pria itu kemudian segera mencium pipi sang istri. "Aku habis ganti Skin care deh, waktu hamil Kay muka aku jelek banget kan? Ternyata ada produk yang aman buat ibu hamil dan menyusui dong," kata Reres seraya menunjukkan botol serum pada Saga. Saga memerhatikan botol berwarna keemasan yang terlihat mewah. "Ini pasti mahal banget ya? Dari botolnya aja kelihatan mahal dan elegan banget banget." Reres gelengkan kepala. " Ini yang ngebantu aku buat ngilangin tekstur di muka aku yang bolong-bolong. Dan harganya murah banget lho, dibanding Skin care aku yang sebelumnya." "Good aku suka kamu makin cantik, aku bisa make juga?" tanya Saga antusias. "Bisa sayang," kata Reres. Ia langsung mempersilahkan sang suami duduk di kursi riasnya dan mulai mentreatment sang suami. Saga kemudian merasakan sensasi kulitnya yang lebih segar dan juga elastis setelah pemakaian pertama kali. "Seger banget." Saga berkata. "Besok-besok biar aku treatment Kamu setiap hari. Tapi kamu harus beliin aku paket lengkapnya." Tentu saja Reres tak lupa meminta Saga untuk membelikan untuk dirinya. Setelah selesai melakukan treatment untuk Saga kemudian keduanya segera melangkahkan kakinya menuju tempat tidur untuk beristirahat. "Gimana kerja kamu hari ini, sayang?" tanya Reres seraya merebahkan tubuhnya ke dalam pelukan sang suami. "Sejak kemarin sebenernya aku bete dan kesal banget sumpah." "Kenapa?" tanya Reres sambil melihat Saga. "Kemarin aku mau ads kerjasama sama Jimmy masalah makanan sehat. Kita ketemuan di caffe buat bahas tapi akhirnya kerjasamanya aku batalin," ucap Saga. "Loh kenapa?" tanya Reres lagi. "Aku udah jelasin kerjasama kita tentang makanan sehat tapi dia malah judge kamu gendut ya aku enggak terimalah. Makanya aku langsung batalin kerjasama kita." Reres yang mendengar itu tersenyum Dan menengok ke arah Saga. "Dia bilang aku gendut?" tanya Reres lagi. "Iya, dia bilang aku enggak ngatur pola makan kamu. Padahal, aku tahu tentang makanan sehat. Lagian, dia tahu apa sih soal kamu love?" ucap Saga yang kebawa kesal mengingat tadi. "Ya Sudahlah, Bee. Kalau dia ngomong gitu kan emang bener karna aku gendut juga jadi ya enggak masalah kalau untuk aku," jawab Reres lagi ia sudah tak peduli. Mereka tak tau usahanya untuk menguruskan tubuhnya. "Ya menurut aku itu masalah, Love. Aku ga terimalah istri aku dikatain kayak gitu." Reres tersenyum dia senang karena Saga membelanya. Tapi, apa yang diucapkan Jimmy juga tidak sepenuhnya salah kalau dia memang gendut. Yang ada saat ini Reres yang harus berfikir untuk menjaga nama baik suaminya. Dia harus lebih memperhatikan tubuhnya walaupun sulit. "Udahlah, Bee. Nanti aku bakal diet lagi ya. Biar kejadian ini enggak terulang lagi Dan bikin kamu malu." "Aku enggak malu, Love enggak pernah malu. Aku sayang banget sama kamu. Gimanapun bentuk tubuh kamu. Aku tetep cinta sama kamu karna kamu istri Dan Ibu untuk anak-anak aku." Reres tersenyum mendengar ucapan Saga yang menurutnya Manis itu. ***.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN