TINGGAL BERSAMAMU

1070 Kata
“Apakah aku pantas menempati tempat seperti ini dengan seorang pria yang tidak memiliki hubungan apa-apa denganku? Apakah aku ini wanita yang tidak tahu malu karena dengan percaya dirinya tinggal dengan pria lain. Apakh yang aku lakukan ini benar? kalau benar kenapa perasaanku merasa tidak nyaman,” keluh Helena pada dirinya sendiri sembari ia duduk termenung di atas balcon miliknya. Ia merasa kalau hidupnya kini penuh dengan kebimbangan, di satu sisi ia membutuhkan orang dan tempat yang bisa melindunginya dan membuatnya merasa nyaman, tetapi di sisi lain ia juga merasa tak enak hati dengan Eljo yang sebenarnya tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya tapi dengan tulus Eljo mau membantunya. Helena merasa begitu berhutang budi kepada Eljo karena dialah satu-satunya orang yang tahu tentang kondisinya dan dia juga yang mau membantu dan menerimanya.  Ia merasa Eljo begitu sempurna, begitu baik dan hal itu membuat Helena merasa takut kalau ia tidak akan bisa membalas kebaikan Eljo dan yang lebih buruknya lagi  ia akan membuat Eljo tersakiti karenanya. Helena berpikir kalau saja ia tidak melakukan hal bodoh seperti itu maka hidupnya tidak akan seperti ini dan dia juga tidak akan membuat Eljo terbebani seperti ini. Helena merasa begitu menyesal dengan apa yang telah ia lakukan kepada dirinya sendiri. Kenapa ia tidak memikirkan dampak dari hal yang telah ia lakukan, dampak yang membuat semua orang di sekitarnya akan merasakannya. Sampai saat ini ia belum mengakui kehamilannya pada kedua orang tuanya saja sudah membuat orang lain kerepotan seperti ini, lalu bagaimana kalau orang tuanya tahu pasti akan menambah daftar orang-orang yang tersakiti karena perilaku Helena yang di luar batas. Tak terasa Helena menitikan air mata, ia merasa kalau hidupnya benar-benar hancur. ia dulu adalah primadona semua orang baik dari wanita maupun pria. Dulu Helena begitu cantik, anggun, dan memiliki masa depan yang begitu cerah. Selain fisik yang begitu sempurna Helena juga memiliki otak yang begitu cermelang sehingga hal itu memuat dirinya selalu menjadi nomer satu di sekolahan dan perkulihannya. Tetapi kini semua itu hanyalah angan semata, karena saat ini hidupnya begitu hancur. rencana yang selama ini telah ia susun dengan begitu sempurna harus ia relakan. Helena juga merasa begitu sedih ketika ia harus di paksa untuk menjauhi kedua orang tuanya, sedangkan ia adalah tipe anak yang sering sekali mengunjungi kedua orang tuanya. Tapi, kini ia memilih untuk pergi meninggalkan kedua orang tuanya, karena ia merasa begitu takut dan malu menghadapi kedua orang tuanya. “Ma … Pa … maafkan aku, maafkan aku. Seharusnya aku bisa membanggakan mama dan papa, tetapi kini lihatlah kondisi anakmu yang begitu terpuruk seperti ini. maafkan aku,” isak Helena sambil ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. “Len,” panggil Eljo sambil ia membuka pintu kaca yang ada ada balcon apartemennya. Dengan sigap Helena langsung menghapus air matanya dan ia mencoba untuk memasang wajah yang bahagia karena ia tidak ingin Eljo melihatnya menangis seperti ini. ia juga merasa tidak enak hati karena selalu menunjukkan kesedihannya kepada Eljo. “Kamu ngapain disini?” tanya Eljo sembari ia duduk di samping Helena. “Ah … aku Cuma ingin mendapatkan anginn saja Jo. Aku merasa begitu jenuh berada di dalam apartement,” ucap Helena sambil ia menawarkan minuman dingin kepada Eljo. “Kamu yakin, kamu hanya membutuhkan anginn segar saja?” tanya Eljo yang sebenarnya tahu tentang kondisi hati Helena yang saat ini sedang hancur-hancurnya. “Ya,” jawab Helena singkat. “Kalau gitu gimana kalau kita jalan-jalan, biar kamu gak jenuh di apartement” usul Eljo “Mmmm … kalau besok aja gimana Jo? untuk saat ini aku lagi malas banget buat keluar-keluar,” ucap Helena sambil ia menghela nafas yang begitu panjang. “Oke deh kalau begitu. Ya udah kalau gitu kita makan dulu yuk,” ajak Eljo pada Helena yang masih duduk termenung di atas balcony “Kamu aja dulu Jo, nanti aku bakal nyusul kamu buat makan,” tolak Helena. Ia merasa kalau saat ini ia tidak merasa lapar sama sekali, bahkan ia merasa begitu kenyang dan mual. “Len, makan dulu yuk. Saat ini kamu sedang berbadan dua lho Len, gak baik nunda-nunda makan saat kamu sedang hamil seperti ini. kasihan anak kamu Len, dia butuh nutrisi dan untuk saat ini ia mendapatkan nutrisinya itu ya dari kamu, dari apa yang di makan oleh ibunya. Terus kalau kamu gak mau makan anak kamu bakal dapatin nutrisinya dari mana?” jelas Eljo. “Jo, saat ini aku benar-benar tidak ingin makan apapun Jo,” jawab Helena yang masih tidak ingin makan. “Makan dikit aja yuk Len, kasihan anak kamu lho Len. ingat apa kata dokter dulu? Kamu harus menjaga pola makan kamu biar anak yang berada di dalam kandunganmu mendapatkan nutrisi yang maksimal,” bujuk Eljo pada Helena. “Enggak ah Jo, aku benar-benar masih kenyang, nanti kalau aku sudah lapar aku juga akan makan sendiri kok,” ucap Helena sambil ia berlalu meninggalkan Eljo sendirian di atas balcon dan hal itu membuat Eljo merasa begitu sakit hati. “Len, kalau saja waktu bisa di putar maka aku tidak akan membiarkan kamu untuk jatuh di dalam pelukan pria yang salah. Aku akan selalu menjagamu,” gumam Eljo dalam hatinya. Ia merasa kalau Helena yang sekarang tidaklah sama dengan Helena yang dulu. Saat Eljo sedang merenung dan mencari cara bagaimana dia bisa membuat Helena kembali bahagia seperti dulu tiba-tiba saja ponsel miliknya bordering. Dan di lihatnya ada panggilan masuk tetapi hanya nomor saja. Ingin rasanya untuk menolak panggilan suara itu, tetapi Eljo berpikir bagaimana kalau ini adalah panggilan yang penting untuknya, jadi Eljo memutuskan untuk mengangkat panggilan suara tersebut. “Hallo,” jawab Eljo dengan lembut “Wow! Laki-laki b******k!” bentak penelepon misterius itu yang tidak lain adalah Yoga mantan pacar Helena yang memiliki temperamental tinggi. “Yoga? Ngapain kamu nelpon aku? Apa gak cukup dengan kejadian kemarin?” ucap Eljo yang tak kalah tingginya. “Dimana Helena? Kenapa kamu membawa Helena pergi dariku? Apa tujuanmu membawa kekasihku dengan cara seperti itu?” bentak Yoga yang tidak terima dengan tingkah laku Eljo yang berani-berani membawa pergi kekasih hatinya itu. “Helena aman kok sama aku dan Helena juga merasa nyaman denganku dari pada denganmu, pengecut!” “Jaga omonganmu ya! kamu belum tau siapa aku sesungguhnya. dah sekarang aku mau kamu membawa Helena kesini sekarang, atau aku akan melakukan sebuah hal yan akan membuat kehidupan Helena hancur sehancur hancurnya,” ancam Yoga yang memiliki sebuah rahasia Helena. “Kamu gila ya,” ucap Eljo sambil ia langsung mematikan ponselnya.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN