TEMAN SATU ATAP

1215 Kata
“May, sebenarnya Helena ada masalah apa sih May? Terus kenapa si Eljo akhir-akhir ini selalu berada di sisi Helena?” tanya Cinta ketika Helena sudah pergi dari kosan. “Aku juga tidak tahu Cin, tapi aku berharap Helena tidak apa-apa dan Eljo bisa membuatnya kembali bahagia dan bisa selalu menjaga Helena dengan baik,” ucap Maya sambil ia masuk ke dalam kosan. “Tapi May, aku rasa permasalahan yang sedang datang di kehidupan Helena sangat pelik dan aku rasa ini bukan Cuma masalah kecil tapi the big problem,” kata Cinta yang merasa begitu penasaran dengan permasalahan yang sedang mengintai sahabatnya itu. “Iya sih Cin, aku juga merasa seperti itu. Tapi kita doakan saja semoga Helena baik-baik saja, semoga permasalahan dalam hidupnya segera berakhir dan semoga aja dia di jauhkan dari cowok yang memiliki temperamental tinggi seperti Yoga,” “Iya May, semoga ya.” . . Selama di perjalanan Helena dan Eljo hanya berdiam diri tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Pikiran mereka dipenuhi dengan kenyataan bahwa mereka berdua akan tinggal serumah tanpa status. Apa yang akan terjadi dengan mereka berdua? Apakah mereka berdua akan bisa menjadi teman satu rumah yang kompak atau malah sebaliknya. “Apa yang akan aku lakukan nanti? Ini pertama kali dalam hidupku menghabiskan waktuku bersama dengan pria yang notabennya adalah sahabatku,” gumam Helena dalam pikirannya. “Len,”  panggil Eljo yang memecahkan keheningan saat itu. “Apa aku boleh menyalakan musik?” tanya Eljo kepada Helena. “Oh … tentu saja boleh Jo, inikan mobil kamu jadi kamu tidak perlu meminta ijin kepadaku,” jawab Helena. Mendengar jawaban dari Helena, Eljo langsung menyalakan music pada mobilnya tersebut. Akhirnya music yang di nyalakan oleh Eljo berhasil mencairkan suasana yang terkesan begitu kaku tersebut. “Kamu suka Big Bang?” tanya Helena dengan begitu antusias. “Iya Len aku begitu menyukai  lagu-lagu Big Bang, kalau kamu gimana Len? apa kamu juga menyukai lagu-lagu Bigbang?” “Wah, sama dong aku juga menyukai lagu-lagu Big bang.” “Iya kah? Wkwk selera kita sama ya berarti,” jawab Eljo dengan sesekali ia melemparkan senyumannya kepada Helena. “Kamu suka lagu apa Jo?” tanya Helena. Eljo langsung mati kutu ketika Helena menanyakan kepadanya lagu apa yang ia sukai dari Big Bang, karena sebenarnya Eljo bukanlah pengemar KPOP tetapi ia tahu kalau Helena adalah pengemar lagu-lagu KPOP jadi mau tidak mau Eljo harus bisa menyukainya juga. Eljo melakukan hal itu karena ia ingin Helena merasa nyaman dekat dengannya dan rasa nyaman itu akan membuat Helena sedikit melupakan permasalahannya dengan Yoga. “Mmm … aku suka lagu big bang yang … judulnya sober,” jawab Eljo  sambil ia tersenyum kaku kepada Helena. “Serius??” “Iya Len aku serius,” jawab Eljo dengan hati yang berdebar-debar. Di dalam hatinya Eljo merasa sangat takut jika jawabannya itu salah. Karena sejujurnya Eljo bukan pengemar music KPOP tetapi ia berusaha untuk menyukainya demi Helena. “Eljo .. kenapa selera kita bisa sama sih? Aku juga menyukai Sober lho,” jawab Helena dengan mata yang membulat sempurna yang membuat kecantikannya bertambah. Ia tidak menyangka akan menemukan seorang teman yang memiliki selera music yang sama dengannya. “Kamu serius Len?” “Iya Jo aku serius, aku juga menyukai Sober. Wah kalau begitu kita bisa menjadi teman serumah yang kompak ini,” ucap Helena dengan harapan ia dan ELjo akan menjadi teman serumah yang begitu kompak. “Tentu saja,” Jawab Eljo dengan begitu antusias. “Wihh … Eljo kamu juga suka lagunya ini?” tanya Helena sambil ia menunjukan pada layar head yang saat itu tiba-tiba memutarkan sebuah lagu kesukaan Helena yang berjudul you and i. Eljo hanya Tertawa sambil menyetujui pernyataan yang dilontarkan oleh Helena. “Wih .. mantap nih. Emang ini lagu enak bener di denger Jo.” “Iya lah, apalagi modelnya juga cantik,” jawab Eljo sambil ia mellirik video mv yang sedang diputar di dalam head mobil miliknya. “Dasar laki-laki ya kamu.” “Emang aku laki-laki. Kata siapa aku perempuan,” goda Eljo kepada Helena, yang akhirnya sukses membuat Helena tertawa. Akhirnya setelah berbincang-bincang kesana kemari, Eljo dan Helena sampai juga di apartement milik Eljo. Helena tidak bisa menyembunyikan kekagumananya pada Apartement yang dimiliki oleh Eljo. Apartement yang di huni oleh Eljo adalah salah satu apartement ter mewah dan termahal yang ada di kota Solo. Apartement ini sangatlah mewah dan begitu luas. Pakiran yang disediakan di dalam apartement tersebut begitu luas dan nyaman. Di dalam apartement tersebut terdapat banyak sekali pepohonan, bunga yang begitu indah. “Jo, kamu itu punya apartement sebagus ini tapi kenapa kamu harus ngekos sih?” tanya Helena. “Ya gak apa-apa sih Len. aku cuma pengen aja  ngekos bareng temen-temen gitu. Aku itu sejujurnya tidak terlalu menyukai tempat yang begitu sepi kosong. Dan kamu kan juga tahu kalau letak apartementku itu di Solo sedangkan kita kuliahnya di Jogja,” jelas Eljo. “Oalah, iya ya. tapi Jo maaf kalau boleh tanya, kenapa kita harus menempati Apartementmu yang ada di Solo? Kenapa kita tidak menyewa saja di Jogja? Lagi pula kampus kita kan di Jogja,” tanya Helena yang belum paham dengan rencana Eljo. “Len, aku membawamu kesini biar kamu itu aman dari Yoga dan sebentar lagi kita juga liburan semester juga kan toh kamu besok juga pasti mengambil cuti juga kan,” jelas Eljo yang membuat Helena mengangukan kepalanya tanda bahwa ia paham dengan maksud Eljo membawanya ke Solo. Mereka berdua pun langsung naik ke dalam lift yang begitu megah dan mewah. Lift tersebut langsung membawa mereka berdua ke unit milik Eljo. Ting! Perlahan pintu lift pun terbuka dan hal itu membuat Helena begitu kagum. Ketika mereka sampai di unit yang akan mereka tinggali. Mereka langsung di sambut oleh beberapa  pegawai apartement tersebut. “Selamat datang Bapak Eljo dan Ibu Helena,” sapa salah satu pegawai tersebut yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua. “Iya Mbak,” jawab Helena dengan begitu sopan. “Mari Bapak, Ibu kami antarkan.” “Tidak usah Mbak, saya sudah tahu kok mana kamar saya. Jadi Mbak dan Mas bisa melakukan pekerjaan yang lainnya,” tolak Eljo dengan halus. “Baik pak kalau begitu kami pamit undur diri.” Tanpa memikirkan pegawai apartement yang telah menyambut mereka, Eljo langsung mengajak Helena masuk kedalam kamar milik Eljo. “Yuk Len masuk,” ajak Eljo sambil ia membukan pintu unit apartement milik mereka. “Wih … ternyata luas sekali Apartementmu Jo,” puji Helena sembari ia melihat-melihat kondisi apartement yang dimiliki oleh Eljo. “Len, ini kamarmu ya,” tunjuk Eljo pada sebuah kamar dengan view pemandangan kota Solo dengan gunung Lawu yang berdiri dengan begitu gagahnya. “Lalu kamarmu di sebelah mana Jo?” “Itu kamarku,” jawab Eljo sambil ia menunjuk sebuah kamar yang letaknya tepat di depan kamar Helena “Oke, kalau begitu aku masuk dulu ya Jo. Aku mau bersih-bersih badan dulu.” “Iya Len silahkan, aku juga mau berenang.” “Hah? Berenang? Dimana Jo?” “Di situ,” jawab Eljo dengan polosnya sambil ia membuka pintu geser yang terbuat dari sebuah kaca. “Oalah, ada kolam renang pribadinya juga ya.” “Iya Len, jadi kalau kamu pengen berenang kamu boleh kok langsung berenang disitu.” “Oke, nanti kalau aku pengen berenang aku akan langsung berenang disitu ya.”  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN