“Kenapa emangnya?” tanya Helena yang melihat tempat tinggalnya biasa saja tidak ada sesuatu hal yang perlu di khawatirkan.
“Ya, kaya aneh gitu,” papar Eljo.
“Perasaanmu aja itu Jo, udah yuk masuk ke dalam,” ucap Helena sambil ia meminta Eljo untuk masuk kedalam kediamannya.
Betapa terkejutnya Helena ketika ia melihat pintu kamarnya roboh.
“Ini ada apa?” ucap Helena sambil ia terus berjalan menuju kamarnya, sedangkan Eljo mengekor di belakang Helena dengan beberapa kali ia melihat ke sekeliling kosan Helena dan berjaga-jaga kalau saja terjadi suatu hal yang tidak mengenakan terjadi.
Betapa terkejutnya Helena ketika ia melihat keadaan kamarnya yang begitu berantakan dan ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan di lihat sekeliling kamarnya penuh dengan coretan yang isinya mengancam Helena.
“Jo …” panggil Helena dengan suara yang bergetar dan karena rasa shock membuat Helena jatuh tak berdaya di dalam kamarnya, sedang Eljo yang melihat Helena terjatuh tak berdaya seperti itu membuat Eljo langsung menangkan Helena.
“Jo … ini kenapa? kenapa kamar aku menjadi seperti ini?” isak Helena dalam dekapan Eljo.
“Helena …” panggil Maya dan Cinta dari lantai dua dan mereka berdua langsung bergegas untuk menghampiri Helena yang menangis tersedu-sedu.
“May, Cin, ini kenapa sama kamarku? Kenapa seperti ini? kenapa barang-barang punyaku berserakan semua dan yang parah banyak coretan di dinding seperti itu?” kelus Helena sambil ia terisak-isak.
“Len, jujur kita juga tidak tahu kenapa Yoga melakukan hal seperti ini, tapi yang kami tahu kalau Yoga datang ke sini dan dia membuat kegaduhan terus dia mendobrak pintu kamarmu ,” jelas Maya sambil ia melihat kea rah Helena dengan tatapan kasihan.
“Yoga?” tanya Helena dengan lirih.
“IYa Len, Yoga tadi datang ke sini,” ucap Cinta yang melihat Helena begitu kasihan.
“Yoga sialan! Berani-beraninya dia mau gangguin kamu lagi,” pekik Eljo sambil ia mengepalkan tangannya.
“Maksud kamu apa Jo? Jadi selama ini Yoga sudah berbuat kasar kepada Helena?” tanya Maya
“Itu nanti aku akan menjelaskannya ke kamu, tapi yang terpenting saat ini adalah kita harus membawa pergi Helena ke tempat yang aman, agar Helena tidak di gangguin sama Yoga,” ucap Eljo.
“Tapi Jo sampai kapan aku harus melarikan diri dari Yoga? Sampai kapan Jo? Aku disini itu korbannya dan kenapa harus aku yang melarikan diri Jo? Seharusnya yang merasa ketakutan itu Yoga dan bukan aku Jo,” ucap Helena dengan linangan air mata yang mengalir dengan begitu deras dari kelopak matanya.
“Aku tahu kalau disini kamu itu adalah korbannya, tetapi yang terpenting sekarang itu bukan lagi siapa korban dan pelaku tetapi yang terpenting sekarang adalah keselamatanmu dan untuk Yoga kita akan memikirkan cara untuk menjebloskannya kedalam penjara,” ucap Eljo.
“Iya aku setuju dengan usulan Eljo. Sekarang yang terpenting adalah keselamatan dan keamananmu Len,” ucap Maya yang menyetujui usulan Eljo untuk membawa Helena ke tempat yang lebih aman.
“Iya aku juga setuju, walaupun jujur aku tidak tahu duduk perkara di antara kalian berdua tetapi aku sangat yakin kalau usulan Eljo yang terbaik untuk saat ini. ya udah kalau gitu kita bantu kemasi barang-barang kamu dan aku titip Helena ke kamu ya Jo,” pinta Cinta dengan tulus.
Akhirnya Cinta dan Maya langsung membantu Helena untuk mengemasi pakaiannya, mereka tidak mau kalau sahabat mereka akan terluka oleh pria yang tidak memiliki adab. Cinta dan Maya mengutuki Yoga yang berbuat seperti ini kepada sahabat mereka.
“Guys, untuk urusan kamar Helena biar tidak ketahuan sama ibu penjaga kosan aku akan merenovasinya dan sebentar lagi tukang panggilanku akan datang,” ucap Eljo yang ternyata sudah menghubungi tukang untuk membersihkan dan membenarkan kamar Helena.
“Tunggu dulu Jo, kalau kamu membersihkan dan memperbaiki TKP terus besok waktu kita ingin mempermasalahkan masalah ini ke jalur hukum bagaimana dong buktinya?” tanya Maya pada Eljo.
“Kamu tenang saja May, aku tadi sudah mengambiil foto dan vidionya kok jadi bukti TKP aman,” jelas Eljo pada Maya.
“Syukurlah kalau aman, ya udah kalau gitu aku titip Helena ya Jo dan tolong jaga dia dengan baik dan saat kita rasa situasi sudah aman tolong berikan alamat kalian kepada kami ya,” pinta Maya kepada Helena dan Eljo.
“Iya May, pasti. Terima kasih ya May, Cin sudah mau membantu Helena untuk berkemas-kemas,” ucap Eljo pada kedua sahabat Helena, sedangkan Helena masih terlihat begitu shock dengan apa yang telah terjadi pada dirinya.
“Mmm … kita kan sahabat jadi harus ada di saat apapun,” jawab Maya dan Cinta dengan bersamaan.
Mendengar hal itu membuat Helena menangis lagi, ia merasa begitu beruntung memiki seoranng sahabat seperti Maya dan Cinta yang begitu tulus mencintai dirinya.
“Len … udah dong jangan nangis lagi. ayo Len semangat lagi,” ucap Cinta sambil ia memeluk Helena dan sesekali ia menepuk-nepuk punggung Helena dengan lembut.
“Iya Len, kami tahu kok kalau saat ini kamu pasti sedang berada di posisi yang paling terendah dalam hidupmu, tapi yakin lah kalau badai akan berlalu dan berganti dengan pelangi yang begitu indah. Dan yang terpenting kamu harus tahu kalau kamu tidak sendirian karena disini ada kami yang akan selalu mendukung dan menyayangimu,” ucap Maya sambil ia memeluk Helena dan Cinta.
“Ya udah kalau gitu kamu buruan pergi dari sini sebelum Yoga datang lagi dan malah membuat situasi memburuk,” ucap Cinta sambil ia melepaskan pelukannya dari Helena dan Maya.
“Iya Cinta benar, udah kamu pergi aja sekarang. Jo tolong jaga Helena dengan baik ya dan tolong jangan biarkan Helena bertemu lagi dengan Yoga,” pinta Cinta pada Eljo.
“Pasti aku akan menjaga Helena dengan begitu baik, dan aku jamin kalau Helena dan Yoga tidak akan pernah bertemu lagi,” ucap Eljo dengan penuh kepercayaan diri.
“Teman-teman, terima kasih ya untuk bantuannya. Aku janji aku tidak akan melupakan kebaikan kalian kepadaku dan aku ingin meminta maaf kepada kalian untuk kekacauannya yang di buat oleh Yoga. Kalau saja aku tidak berhubungan dengan Yoga maka kalian tidak akan melihat kekacauan yang seperti ini,” ucap Helena yang merasa tidak enak hati kepada kedua sahabatnya itu.
“Helena, jangan bicara seperti itu ya. kita tidak pernah merasa terbebani kok malah kita merasa senang karena bisa berada di sisimu di saat kamu sedang mendapatkan masalah. Kita juga sudah berteman cukup lama jadi aku mohon kamu jangan bicara seperti itu kepada kami, karena kami melakukan hal ini karena kami sayang sama kamu,” ucap Maya sambil ia mulai meneteskan air matanya, karena ia tahu bagaimana rasanya mempunyai kekasih yang memiliki temperamental seperti Yoga.