DILUAR KENDALI

1048 Kata
“Ayo kita pergi dari sini,” Bentak Yoga pada Helena yang masih menangisi Eljo. “Yoga! Hati kamu dimana? Ini Eljo sahabat kamu lho Ga, ini Eljo terluka Yoga! Kita harus membawa eljo ke rumah sakit,” teriak Helena sembari ia terus menangis dan ia juga berusaha untuk membangunkan Eljo. Helena merasa takut jika sampai terjadi sesuatu kepada Eljo. Ia tidak tega melihat Eljo terluka karena dirinya, ia ingin sekali membantu ELjo dan segera membawa Eljo pergi ke rumah sakit. “Persetan dengan kondisi Eljo! Sekarang yang terpenting adalah segera menyelesaikan permasalahan kita!” bentak Yoga sambil ia menarik Helena untuk segera pergi meninggalkan Eljo yang tak sadarkan diri. “Ga, Yoga kita mau kemana? kamu jangan macam-macam ya Yoga, kalau kamu sampai macam-macam sama aku, aku bakal teriak biar kamu di pukuli sama warga,” ancam Helena pada Yoga yang terus menariknya dengan begitu kasar. “Teriak lah! Teriaklah sampai pita suaramu putus! Disini gak akan ada orang yang berani menolongmu. Kalaupun ada seharusnya udah nolingin kalian dari tadi.” “Tolong! … Tolong! …” teriak Helena dengan begitu keras dan berharap ada seseorang yang menolong dirinya dan Eljo. “Ga! Aku gak mau masuk ke dalam rumah itu. Aku gak mau Yoga! Aku gak mau. Aku mohon Yoga tolong lepasin aku, aku janji aku tidak akan meminta pertangung jawabmu. Aku mohon biarkan aku hidup dengan anak aku, aku mohon Yoga, aku mohon,” renggek Helena sambil ia meronta-ronta memohon pada Yoga untuk melepaskannya. “Helena bisa diam gak hah!” teriak Yoga dan … Plak … sebuah tamparan keras mendarat di pipi mungil Helena. Mendapat tamparan dari Yoga membuat darah dalm diri Helena mulai mendidih dan ia mulai memberontak, tetapi kali ini ia tidak memberontak hanya dengan tangan kosong, melainkan ia langsung membalas memukul Yoga dengan sebuah ranting pohon yang ada di sampingnya Dan … Buk … ranting pohon itu sukses melukai kaki Yoga sehingga membuat Yoga kesusahan untuk berjalan dan hal itu di manfaatkan oleh Helena untuk kabur pergi meninggalkan Yoga yang merintih kesakitan. Dengan sekuat tenaga, Helena berusaha untuk kabur dari cengkraman Yoga dan ia pun juga berusaha untuk membangunkan Eljo yang terjadi masih pingsan. “Jo. Eljo! Bangun Jo, aku mohon bangun lah Jo. Ayo Eljo kita kabur dari sini aku mohon bangunlah Jo,” pinta Helena sambil ia membalikan tubuh Eljo dan betapa terkejutnya Helena ketika ia melihat darah segar mengalir dari kepala bagian belakang Eljo. Tanpa pikir panjang Helena langsung menarik tubuh Eljo dengan sekuat tenaganya dan ia mulai mencoba untuk mencari kunci mobil Eljo. Setelah menemukan kunci mobilnya maka Helena langsung memasukan tubuh Eljo ke dalam mobil dan ia mulai menyalakan mesin mobilnya. Tetapi saat ia mencoba untuk menyalakan mesin mobil, tiba-tiba saja ia melihat Yoga berjalan dengan sempoyongan. Ia melihat kemarahan Yoga pada sorot matanya dan dengan sigap Helena langsung mengkunci semua pintu mobil Eljo. “Aku mohon menyala lah, aku mohon menyala lah. Aku mohon,” renggek Helena dengan tangan yang bergemetar terus mencoba untuk menyalakan mobil Eljo. Brak … bunyi bagian depan mobil yang di pukul Yoga dengan ranting pohon yang telah di gunakan oleh Helena untuk memukul kaki Yoga. “Keluar!” teriak Yoga yang terlihat begitu marah dengan Helena. Dengan panic Helena berteriak dengan begitu kencang, ia merasa begitu takut dengan sisi gelap yang ditunjukkan oleh Yoga kepadanya. “Aku mohon menyalah aku mohon,” gumam Helena sambil ia menangis tersedu-sedu. Karena Helana tidak membuka pintu mobilnya maka hal itu membuat Yoga bertambah marah dan ia pun langsung memukul kaca depan mobil Eljo dengan begitu keras, tapi untung saja kaca tersebut tidak pecah. “Keluar, atau aku pecahkan kaca mobilmu!” maki Yoga sambil ia terus memukul kaca mobil Eljo,” Akhirnya setelah beberapa waktu mobil yang dikendarai oleh Helena menyala juga dan hal itu membuat Helena bernafas dengan lega dan dengan sigap Helena langsung menancap gas. Ia langsung pergi meninggalkan Yoga yang masih terlihat begitu marah dengannya. Di sepanjang jalan, Helena hanya bisa menangis tersedu-sedu. Ia merasa kalau selama ini ia di tipu oleh Yoga, ia merasa kalau ia jatuh pada pria yang salah dank arena perbuatannya ia membuat sahabatnya terluka parah. “Aku minta maaf Jo, aku minta maaf. Aku mohon bertahanlah Jo, aku mohon bertahan lah. Aku mohon,” renggek Helena sambil ia sesekali melihat kea rah Eljo yang masih pingsan. Jauh di dalam lubuk hati Helena yang begitu dalam, ia merasa begitu sakit ketika melihat Eljo terkapar seperti ini. ia merasa kalau ia adalah penyebab utama untuk kecelakan yang telah menimpa Eljo. Helena tidak bisa membayangkan kalau sampai terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan menimpa Eljo maka orang pertama yang patut di salahkan adalah dirinya. Ia tidak akan bisa menghadapi kenyataan kalau ia lah penyumbang penderitaan untuk Eljo. “Len …” panggil Eljo dengan lirih. Mendengar namanya dipanggil membuat Helena langsung menoleh kea rah Eljo dan dilihatnya Eljo mulai membuka matanya dengan pelan. “Jo … kamu gak apa-apa kan?” tanya Helena dengan begitu panic ketika Eljo mulai merintih kesakitan. “Aku gak apa-apa kok Len,” ucap Eljo berbohong pada Helena, walaupun kondisi Eljo yang sedang tidak baik tapi jauh di dalam alam bawah sadarnya ia tahu kalau Helena pasti sangat panic. “Jo, bertahanlah. Aku mohon bertahanlah, aku akan menyelamatkanmu dan kamu tidak boleh pergi begitu saja meninggalkan aku. Ingat kamu akan memiliki seorang ponakan jadi kamu harus bertahan hidup kalau kamu pergi bagaimana nasibku dan anak aku Jo? Aku mohon bertahanlah, aku mohon Jo. Aku mohon,” isak Helena sambil ia terus menacap gas mobilnya. Ia ingin segera sampai di rumah sakit sehingga Eljo bisa langsung mendapatkan pertolongan pertama. “Tuhan, aku mohon selamatkan Eljo, aku mohon jagalah dia. Aku tidak akan sangup kalau aku harus kehilangan Eljo Tuhan. Eljo adalah sahabatku dan dialah orang satu-satunya yang aku miliki saat kondisiku seperti ini. aku mohon Tuhan tolong selamatkan Eljo dan tolong jaga Eljo,” pinta Helean dalam hati . Ia memohon dengan begitu tulus untuk pertolongan Tuhan pada Eljo. “Len, gimana kondisimu?” tanya Eljo dengan begitu lirih “Kamu jangan banyak bicara Eljo, kamu sebaiknya diam saja dan simpan saja energimu. Aku mohon bertahanlah,” ucap Helena dengan lirih ketika Eljo masih memikirkan bagaimana kondisinya di saat kondisi dirinya sendiri yang begitu kritis. Mendengar hal tersebut hanya membuat Eljo tersenyum tipis.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN