Napas memburu tersulut rasa panik yang semakin menjadi, hening hanya suara musik tidak jelas di radio yang kini sudah Ixora kecilkan dan suara mesin truk bertenaga diesel yang menemani. Apa ada orang asing? Bagaimana kalau ada bandit sungguhan? Berapa banyak kira-kira orang yang ada di luar sana ya? batin Ixora berkecamuk. Ixora lantas mengusap dahinya yang berkeringat padahal AC mobil menyala baik. “Jangan panik, seperti yang dibilang Nyonya Daisy kau wanita pemberani dan tangguh, Ixora!” gumamnya menyemangati diri sendiri. Ixora membuka ransel dan mengeluarkan senter yang selalu ada bersamanya dan juga semprotan merica yang sudah ia modifikasi isinya dengan bubuk cabe. Bubuk cabe yang sudah benar-benar dihaluskan sama dengan merica bubuk. Menyambar ransel setelah memasukkan boks beka

