Ranum hanya terdiam membisu, bahkan saat sampai di rumah juga ia tak mengeluarkan satu kata patah apapun. Hatinya terlalu sakit mengingat sikap Agasta beberapa saat lalu. Hatinya hancur berkeping-keping. "Elo mau gua jelasin sekarang?" Ranum menengadahkan kepalanya, lalu menghempaskan napas kasar sembari bersender di sofa ruang tamunya. Ranum ragu, tapi dia terlalu penasaran dengan semua yang terjadi. Matanya yang masih sembab menunjukan kekecewaannya. "Jelasin sekarang!" pinta Ranum dengan tegas. Rangga belum pernah melihat adiknya sampai sehancur ini, seperti sekarang. "Yakin?" Ranum mengangguk. Rangga duduk samping Ranum, takut apabila Ranum tak sanggup mendengar kenyataan yang mungkin menghancurkan relung hatinya. "Oke. Semuanya dimulai dari Athala. Dia cewek yang pernah membu

