Bab 21

1629 Kata

Rangga masuk kamar Ranum, dia melihat adiknya yang rebahan diatas ranjang seolah lelah. Ia menahan benci menghinggap di benaknya. Beberapa hari ini dia salah menduga jika Agasta yang Ranum maksud orang yang sama dengan dirinya. Ranun terkejut melihat Rangga yang tiba-tiba ada di kamar, sontak dia beranjak dari ranjangnya. "Elo.. Masuk kamar gua kok nggak ngetuk." Protes Ranum memasang muka kesal. Tadi Agasta membuatnya kesal, sekarang justru Rangga saudaranya. Sepertinya semua orang hobby memancing kekesalannya. "Jadi itu Agasta, bukan cowok yang ngantar makanan waktu itu." Ranum mengeryit, lalu memutar bola matanya berpikir. Who? Ranum masih mencoba mengingat siapa yang dimaksud Rangga. Namun beberapa saat dia baru ingat jika itu mungkin Irfan, karena hanya sahabat Agasta itu pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN