Bab 20

1619 Kata

Agasta yang biasa belajar, dia lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama Ranum. Karena baginya saat ini hanya itu yang dapat dia lakukan untuk membahagiakan Ranum. "Gas, kok tumben kamu mau temani aku jalan?" lontar Ranum masih heran dengan sikap Agasta. Laki-laki itu tidak menghiraukan kalimat Ranum, dia lebih fokus melihat wajah Ranum. "Agasta jawab dong." Tambah Ranum mengguncang tangan Agasta yang duduk sampingnya. Agasta beranjak dari tempat duduknya, dia pergi membeli es cream untuk Ranum. Ramun melebarkan senyumnya seketika melihat raut kekasihnya itu tampak berbeda, apalagi sikap Agasta sangat manis hingga membuatnya serasa melayang terbang di langit. "Mau?" Agasta menyodorkan es cream coklat padanya. Sedangkan pria itu memilih vanila untuk dirinya. Ranum mengangguk antu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN