Bab 55

1852 Kata

Agasta Prawiranegara Abdi, nama itu selalu lekat di hati Ranum. Setahun menghilang ternyata hal yang baik, harusnya waktu itu Ranum bisa mempertahankan Agasta. Tapi dia lemah dengan segala gertakkan Rangga. Sekarang semua tak bisa dipertahankan lagi, meski Rangga selalu meracuni otaknya untuk merebut Agasta dari Athala. Akan tetapi keinginannya selalu bertolak belaka dengan akal sehatnya. Sore dini hari Ranum sudah harus fitting pakaian di butik pilihan keluarganya dan Raka. Ranum memasuki butik dengan muka malas. "Gue juga bilang apa, rebut Agasta dari Athala. Jadi pelakor gak papa lah, kali ini doang." Bisik Rangga menyadari mood Ranum tak baik. Ranum mendelik sebal, lalu tak menggubris kata-kata Rangga. Tiba-tiba langkah Ranum terhenti, matanya melotot seakan melihat makhluk hal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN