Setiap kali ada panggilan Nilam, Agasta merasa malas karena harus menjemput wanita itu. Dia sendiri ingin menolong Athala pindahan. Tapi Sandra beberapa menit yang lalu mengirimi pesawat untuk menjemputnya dan Nilam di butik. Saat ini Agasta masih di kediaman Ranum, dia hendak pergi dari sana. Dari kejauhan Rangga memperhatikan Ranum dan Agasta yang tampak berdebat tidak penting. Ada sepercik penyesalan menjadi bayangannya. "Ma, apa tidak sebaiknya kita pikirkan lagi masalah pernikahan Ranum dan Raka." Ucap Rangga pada Dewi yang juga berdiri depan pintu memperhatikan dua orang itu. "Maksud kamu apa?" tanya Dewi menelisik. Persiapan pernikahan Ranum sudah depan mata, hanya menunggu waktu. Beberapa undangan juga sudah disebarkan. Tambah lagi dekor dan lain-lain telah diproses. "Ranum

