Bab 24

1675 Kata

Ranum mendapat telpon dari Irfan, dia bergegas pergi menuju rumah Agasta tengah malam. Beruntung ada Alya yang menginap di rumahnya, hingga dia bertukaran baju agar orang rumahnya tak curiga dia keluar malam-malam. Hening malam itu membuat Ranum cukup takut, suasana lorong apartement Agasta sangat mencekam. Ranum berburu-buru, syukurnya Irfan menunggunya depan apartement. "Oh.. God thank you. Gue pikir lo nggak akan datang." Sejahat apapun Agasta saat ini dipikirannya, tak pernah membuat Ranum tega membuat Agasta seperti sekarang. "Gue nggak sejahat itu. Dimana Agasta?" Irfan meminta Ranum langsung masuk. "Di kamarnya. Masuk aja sana." Suruh Irfan. Ranum menggigit bibirnya bingung. Selama pacaran dengan Agasta ini pertama kalinya dia masuk kamar laki-laki itu. "Lo masuk juga 'kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN