Agasta membuka mata dan mendapati dirinya sudah di rumah sakit. Dia memandangi wanita setengah baya yang berpenampilan elegant. Tak suka berada dalam rumah sakit, dia memaksa diri untuk pergi dari tempat itu. "Agas! Kamu mau apa?" tegas Sandra memarahi Agasta. Irfan terpaksa memberitahu Sandra karena sebenarnya mami dari Agasta sudah berada di Jakarta dan menuju apartement mereka. "Mami, aku mau pulang ke apartement. Aku suka bau obat." Sandra tak ragu langsung menampar putranya, tak perduli keadaan Agasta yang masih lemah. "Kamu tetap disini, dan jangan bantah mami." Agasta mendengus malas, dia akhirnya memilih mengalah daripada harus berdebat dengan maminya yang tak ada habis. "Agas, bukan kamu tau kan, kalau kamu nggak bisa minum alkohol. Otak kamu dipakai nggak sih." Tambah Sandr

