Athala tak pernah menyangka setelah bertahun-tahun dia kembali lagi ke kota yang pernah mendapatkan hinaan begitu kejam. Bahkan dia merasa seperti sampah saat itu, tak ada satu orang pun menerimanya kecuali keluarga Agasta. "Mama.. Om Agas kemana?" suara mungil melenyapkan lamunan Athala. Ia berjongkok mendekati Intan putrinya. "Hemm.. Mama nggak tau juga. Mungkin om Agas lagi kuliah." Kata Athala kepada Intan. "Tapi ini udah mau malam, ma." Athala menghembuskan napas kasar, dia tau Intan pasti akan merepotkan Agasta dengan mengajaknya jalan keliling Jakarta, apalagi Intan belum pernah menginjak kota ini. Wajar kalau gadis kecil itu sangat penasaran dengan suasana disini. "Mama nggak tau juga, sayang. Gimana kalau kita jalan ke taman dekat sini. Kamu mau?" tanpa ragu Intan mengangg

