Bab 50

1920 Kata

Ranum mengejar Agasta, dia tak terima dapat perlakuan seperti ini. "Agas! Tunggu gue!" teriak Ranum sembari berlari kecil. Agasta pergi menuju kamarnya, ia bisa sakit kepala menghadapi kegilaan Ranum. Laki-laki itu berjalan buru-buru. "Kamu ngapain nguntit aku?" Ranum memanyunkan bibirnya, wanita itu tak bisa berhenti menatap Agasta yang selama ini telah dia rindukan. "Aku masih mau ngobrol, masa nggak boleh. Kita kan udah lama gak ketemu." Agasta melirik jam tangannya, kalau ada yang liat mereka berduaan bisa dianggap c***l dia, apalagi Ranum tunangan pria lain. "Kamu liat ini jam berapa? Ini hampir subuh, aku nggak mau dikirain m***m karena berduaan sama kamu." Komentar Agasta. Ranum tersenyum geli, dia bisa liat ketakutan muka Agasta. "Takut banget kamu dekat sama aku." Ranum m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN