BAB 49

1986 Kata

Sebrensek apapun Agasta, tidak pernah membuat Raka ingin membatasi Ranun untuk bertemu Agasta. Selama hampir satu jam Raka menunggu Agasta di lobby hotel. Raka memang ijin kepada Ranum untuk pergi bertemu keluarganya, tapi nyatanya dia ingin bicara dengan Agasta. Untung dia bisa meminta tolong resepsionis untuk hubungi Agasta. Tak beberapa lama Agasta datang dengan jaket kulit miliknya. "Ret, siapa yang ingin bertemu dengan saya?" tanya Agasta kepada Retnita resepsionisnya. "Gue yang mau ketemu sama lo." Agasta menoleh. Ia terkejut melihat Raka, dia awalnya berpikir jika itu papinya Hatta, makanya Agasta berburu meninggalkan Athala dan Intan, karena Retnita mengatakan orang itu ingin bicara penting. "Raka, elo.." Raka mendekat sambil tersenyum. "Yah.. Gue. Bisa bicara?" Agasta meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN