Bab 48

1703 Kata

Tidak pernah terlintas Ranum akan bertunangan dengan orang lain. Sekarang pupus harapan Agasta, dia tak berdaya dengan kenyataan yang baru dia ketahui. Kali ini dia tak bisa memaksa Ranum menjadi miliknya lagi. Penantian Agasta terasa sia-sia ketika melihat Ranum bertunangan dengan Raka. Dia tak mungkin menghancurkan Raka, karena dia cukup mengenal Raka dengan baik. Napasnya seakan terhenti, laki-laki itu sungguh hancur, bahkan Athala mengajaknya bicara beberapa kali. Dia hanya diam, otaknya tak bisa berpikir. Di kepalanya saat ini hanya ada Ranum, walau saat ini dia tengah makan malam bersama Athala dan Intan. Laki-laki itu memang telah berjanji akan makan malam, pasalnya Intan berulang tahun. "Om, kenapa mukanya cemberut terus?" Intan duduk di pangkuan Agasta, dia menatap Agasta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN