Bab 45

1506 Kata

Setelah selesai rapat Agasta masih memikirkan tentang Ranum, dia keluar dari ruangan rapat. Laki-laki itu melangkah menuju restoran hotel mencari Alya. Dia selalu mencari Alya jika otaknya tak berhenti memikirkan Alya. Ia duduk di rooftop restoran, ia memesan secangkir americano menenangkan dirinya. Lamunannya terpecah ketika kopi pesanannya telah diantar waiter. "Ini pesanan Pak Agas." Agasta menaiki kepalanya, ia menyunggingkan senyum tipisnya. "Terima kasih. Hemm.. Dimana Alya?" tanya laki-laki itu. "Bu Alya hari datang telat, katanya ada urusan keluarga." Agasta menaiki alisnya heran, pasalnya Alya tak biasa telat tanpa memberitahunya. Apalagi dengan alasan urusan keluarga. Sudah hampir satu jam Agasta duduk di tempat itu, ia menyeduh kopinya sambil menunggu kedatangan Alya. Ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN