Bab 46

1714 Kata

Sesampainya mini market, Ranum berbelanja beberapa keperluannya. Sedangkan Rangga menunggu dalam mobil karena malas masuk. Sambil menunggu adiknya, ia membuka kaca mobil. "Rangga.. Nak Rangga, kan." Mendadak ada yang menegurnya hingga membuat kaget. Lalu laki-laki itu turun dari mobil. "Tante Lusi, apa kabar?" Rangga menyapa dengan ramah, sekian lama baru kali ini ia bertemu Lusi ibu dari Devan. "Tidak begitu baik, nak Rangga." Rangga mengernyitkan bingung. "Agasta menuntut Devan, padahal Devan sudah lama meninggal." Rangga menggertakkan giginya kesal. Rangga tak mengerti prihal apa yang membuat Agasta melakukan ini. Ia berpikir Agasta melakukan untuk menjebak dirinya agar keluar dari persembunyian, sekaligus dapat mencari keberadaan Ranum. "Apa yang dia inginkan?" tanya Rangga b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN