Malam Hari tiba, Barra baru saja pulang. Ia melihat kearah meja makan yang sudah ada sayuran, dan ayam goreng. Tapi dahinya mengkerut saat piring bersisa makanan, seperti seorang makan tapi tidak habis. "Aa Barra...Titik pulang ya. Makan malamnya Sudah Titik siapkan." Pamit Titik. "Tik, tunggu!!" Barra memanggil Titik ingin pulang. "Ya, a. Ada apa?" Sahut Titik berbalik. "Fifah udah makan?" "Udah, a. Tapi dimuntahi. Terus enggak dilanjutin Teh Fifah." Jawab Titik. "Beresin aja. Habis itu kamu boleh pulang." Kata Barra. Ah... Barra tak membayangkan bagaimana selama ini Fifah ngidam tanpanya. Siapa yang mengurusnya? Jika ingin suatu siapa yang dimintanya. Lamunan Barra membuyar ketika notifikasi ponsel berbunyi. Tampak seorang mengirim pesan padanya yang ternyata Aika sahabatnya.

