Akhirnya semua usaha Barra menyakinkan Fifah, menuai hasil. Tidak ada sia-sia untuk Barra. Barra tidak ingin kesempatan menjadi suami yang baik until Afifah. Meskipun ia tahu saat ini Fifah masih marah. Apapun alasan kepergian Afifah, ia sudah tidak perduli yang penting kembali padanya saat ini. Sekarang ia berjalan lorong rumah sakit disamping Fifah, tadinya Barra memaksa menggandeng Fifah, tapi... Fifah selalu saja tidak ingin hal itu terjadi. "Enggak Daftar dulu?" Tanya Barra pada Afifah. "Enggak perlu, Aku udah ada janji sama dokternya." "Wah... Enak banget kamu enggak perlu daftar. Tinggal Masuk aja. Sedangkan mereka ngantri." Gumam Barra mendelik Fifah. "Berisik ah!!" Umpat Fifah sebal. "Kamu mau ngantri kayak mereka? Kamu nunggu aja sana..!! Mau?" "Ya.. kalau demi tata terti

