28. PEMAKSA

2250 Kata

Masih tergiang telinga Afifah, pernyataan yang beberapa menit yang Lalu Barra berikan, bahwa dirinya hamil. Pernyataan yang benar, namun telah menusuk naluri sudut hatinya. Barra mengantar Afifah ke apartmentnya sekaligus ia hendak kekantor. "Dari tadi aku perhatiin kamu diam. Kenapa? Biasanya juga bawel." Ujar Barra, sembari menyetir mobilnya. Afifah menatap Barra, lidahnya yang seakan tertahan beberapa waktu lalu. Ingin sekali melawan rasa penasaran didadanya. "Kenapa kamu bisa bilang aku hamil." Chiiit... Barra rem mendadak menepi mobilnya, ia tak percaya Fifah sebegitu naifnya didepan dirinya. Padahal sudah jelas ia Hamil tapi masih ingin menyembunyikannya. Barra tersenyum remeh sejenak. "Sampai kapan kamu sembunyikan segalanya dari aku." Astaga!! Afifah rasa sulit mengeluarkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN