Ah.. otak Fifah merasa dapat benturan seketika. Fifah ingin sekali menghilang dari hadapan lelaki ini jika bisa. "Aku mau pulang." Ucap Fifah dengan penekanan setiap kata. "Pulang? Oh.. mau pulang? Ya udah pulang aja sana sendiri." Afifah membuka mulutnya menjadi berbentuk o. 'Bener-bener ya Barra!! Enggak ada tanggung jawabnya sama sekali.' "Kenapa? Mau diantar?" Sambar Barra mengulum senyumnya seolah menggoda Fifah. "Kamu tu ya!! Aku pulang sendiri." Greget Fifah dengan sengit. Baru saja Fifah ingin melangkah keluar, suara Barra kembali mencercanya. "Eh.. eh.. Tunggu!! Yakin mau pulang dengan boxer sama baju yang kamu pakai sekarang." Goda Barra tersenyum memandangi punggung Fifah. Ya Tuhan.. Fifah lupa, jika dia sedang memakai baju Barra. Bahkan rambutnya sudah tidak tertutup

