Tampak muka Barra yang khawatir sekali, apalagi mendadak Afifah pingsan. Barra berpikir apa selama ini dia sakit. Kenapa bisa jatuh pingsan. "Fifah." Teriak Barra histeris. "Fifah!! Bangun! Jangan bercanda." Barra mengguncang badan Fifah sudah tak tersadar sama sekali. Wajah barra panik tak menentu, ia segera menggendong Fifah untuk membawanya rumah sakit. "Sigit!! Sigit!!" "Pak Barra.. kenapa dengan mba Fifah." Tanya Sigit yang setia menunggu diparkiran. "Jangan banyak tanya!! Buka pintu mobil saya." Barra pun menduduki Afifah bersandar dimobilnya, Arah rumah sakit dari proyek sangat jauh. Barra memutuskan membawa Afifah ke apartmentnya. Sebelumnya Barra sudah memperintahkan Sigit untuk menelpon dokter. Barra menyentir dengan kecepatan yang tinggi. Ia begitu panik. Rasa takut me

