Seminggu setelah kejadian tersebut, Fifah harus pasrah harus bertemu Barra lagi. Karena kerjasama perusahaan Yudha tak bisa dia hindari. Kini dia harus kembali ke ruangan meeting bersama para staff dan Barra yang duduk di kursi kebesarannya. Sesekali dia menatap Fifah yang Tak jauh dari pandangannya. 'Astaga.. kenapa harus disini lagi.' kata Fifah dalam hati, menunduk lemas membayangkan bagaimana dirinya dan Barra harus di permainkan oleh takdir seperti ini. "Saya ingin proyek ini selesai. Tolong salah satu perwakilan Patra group kerjasamanya untuk membantu menangani proyek ini bisa mengambil ahli segera." Barra berkata tegas sambil menyandar tubuh di kursi. "Maaf, Pak. Kenapa harus perusahaan Patra. Apa tidak ada perwakilan lain." Cela Fifah. "Apa kamu membantah keputusan Saya." Fi

