Suasana tegang terjadi didalam apartment. Barra mencoba menelisik semakin dalam mimik wajah Dirga, ia sangat mengenal sosok paruh baya itu ketika marah. Memang Barra merasa curiga sejak telpon dari Riana. Ia bahkan tak bisa tidur dengan tenang malam itu. Barra tahu ada masalah, dan benar Hari ini ia akan tahu masalah apa yang menerka keluarganya. "Akhirnya kalian pulang juga." Suara Dirga terdengar bengis. Pria paruh bayah itu beralih memandang sinis pada Afifah. "Ada ada, pa? Ada yang salah." Barra membalas Dirga seperti menantang. Ya.. Barra dan Dirga memang sering Tak akur. "Duduk! Papa ingin bicara." Barra pun berjalan menuju sofa dengan memegang jemari Afifah yang lentik. Dia tidak akan membiarkan suatu terjadi pada istrinya. Barra duduk dihadapan Dirga. "Papa mau kalian berc

