Afifah terdiam paku, seolah dirinya sudah tertidur. Ada gelisah dihatinya, sulit untuk Afifah mempercayai jika Barra mencintainya selama ini. Dan bahkan selama yang ia sendiri tidak sama sekali tau. 'Bagaimana kamu bisa memendam rasa selama itu' Pagi harinya yang kebetulan hari libur, ia sudah tidak menemukan Barra diranjangnya dari sholat subuh. Entah kemana laki-laki itu pergi, dan yang lebih menjengkelkan dia harus mendapat tamu yang tak diundang pagi ini. "Ngapain sepagi ini kau kesini." Fifah tampak sebal menyambut kedatangan Aika. "Boleh dong aku bermain kerumah kalian." Jawab Aika santai dengan menduduki sofa. "Daripada aku diam-diam bertemu Barra, bukannya lebih baik secara terangan." "KAU..!!!" Afifah tampak menggeram pada Aika, ia menatap sinis pada Aika. "Apa kau tidak ada ke

