Hari-hari berlalu dengan begitu cepat. Sampai detik ini hubungan pertemanan Dinar dan Kaila masih belum menemui titik terang untuk saling bersatu kembali. Tak ada sapaan hangat dan perdebatan kecil yang terjadi. Semuanya tampak begitu ... datar. “Dinar, aku ke kelas duluan ya. Axel tadi chat aku. Kamu ga apa-apa sendiri ke kelas?” “Ga apa-apa ko, aku kan udah besar.” Arya terkekeh sambil mencubit gemas kedua pipi Dinar. “Iya tahu, yang udah gede mah beda.” “Eh, itu ada Kaila. Kamu sama dia, gih.” Arya menunjuk seorang perempuan berkucir kuda yang tengah berjalan sendiri. Dinar hanya menoleh sekilas lalu tersenyum simpul. “Iya.” “Ya, udah. Bye, Nar.” Dinar berjalan pelan menuju kelas. Membiarkan Kaila supaya ia bisa sampai lebih dulu. Maksud hati ingin menghindari Kaila, Dinar ma

