Pukul sepuluh malam, Darrel hanya berguling-guling di atas ranjangnya. Mata terpejam, tetapi pikirannya terus bekerja. Irene. Wanita itu tidak pernah gagal mengisi setiap sudut pikirannya sejak beberapa waktu terakhir. "Aku bisa gila lama-lama," gumamnya, memukul pelan bantal di sampingnya. Dengan malas, ia meraih ponselnya dari meja nakas dan membuka aplikasi pesan. Jantungnya tiba-tiba berdegup lebih cepat saat melihat Irene baru saja memperbarui statusnya di media sosial. Sebuah gambar sederhana dengan tulisan "Malam yang tenang," dan secangkir teh hangat di samping buku favoritnya. Tanpa berpikir panjang, Darrel membalas story tersebut. "Nyonya Atmadja belum tidur?" tulisnya, lengkap dengan emoticon mata mengintip. Setelah mengirim pesan itu, Darrel langsung menggigit bibirnya send

