Angel menghela napasnya. "Jaga aku dari sana Azka. Aku mencintaimu. Aku merindukanmu. Terima Kasih sudah menemaniku selama ini dari kecil hingga ajal menjemputmu." Untuk kali ini biarkan Angel menangis, ia sudah tidak dapat menahan rasa rindunya terhadap Azka. "Ka, kenapa Tuhan tidak adil sama aku? Aku kehilangan mama, aku kehilangan papa dan sekarang aku kehilangan kamu, kenapa Tuhan suka sekali membuat aku sedih dan terluka, apa aku tidak pantas bahagia? Apa dosaku terlalu besar hingga Tuhan menghukumku seperti ini?" Angel menenggelamkan wajahnya di atas nisan Azka. "Ini sudah takdir, Ngel." Mendengar suara itu Angel menengadah melihat seseorang yang datang. "Vanessa..." Lirih Angel. Vanessa duduk di sebelah Angel dan merangkul bahu Angel. "Bukan hanya kamu yang sedih, bukan hanya k

