Bab 46

409 Kata

"Arez, papa mohon. Kuliahmu pindah ke UI biar papa yang mengurusnya dan kamu tetap mahasiswa semester 5 Management. Demi papa, demi mama, demi Azka dan demi keluarga kita." Arez mendesah pasrah. "Iya, terserah papa. Aku permisi dulu." Arez berjalan keluar ruangan Ilham dan dia melangkahkan kakinya ke kamar Azka. Arez menatap kamar milik Azka yang bersih, berdominasi warna putih, wajar saja karena kamar seorang dokter. Arez mengalihkan pandangannya ke pigura foto yang terletak di atas meja, ia mengambil dan menatap dua insan yang saling tersenyum manis ke arah kamera dan jari tangan saling bertautan, senyuman terukir di bibir Arez. "Kalian best couple. Tapi sayang maut memisahkan kalian." Arez menatap wajah Angel. "Dan kamu semakin cantik, kak." Melihat wajah Angel sekarang mengingatkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN