Kabar Baik Menyertai

1965 Kata

Di sepanjang jalan Erik mengantarkan Fika, tidak ada sepatah katapun yang mengambil alih suara di dalam mobil itu. Fika yang duduk di di kursi penumpang depan, hanya menoleh pada kaca. Begitu pun dengan Erik, ia terus mengemudi. Tetapi ada hal yang membuat Erik terus melirik pada Fika. "Kenapa Tuan terus memperhatikan saya?" ternyata hal itu di sadari Fika. Ia juga mempergoki lelaki itu, namun saat Fika menoleh, Erik seolah memperbaiki posisinya. "Kau terus diam, dan aku terus mengemudi tanpa tahu arah dan tujuan. Kemana kau hendak aku antar," laju mobil yang di kemudikan Erik saat ini memang dalam kecepatan sedang."Itu di depan ada pertigaan, belok kemana kearah rumahmu?" 'Ah iya, aku kan belum memberitahu alamat kos-anku padanya.' Batin Fika. Dulu dia sempat akan tinggal bersama Yun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN