Kedatangan Fika

1886 Kata

Pagi ini, Fika berniat untuk mendatangi kediaman Yuna. Bermodal alamat yang di tulis Yuna pada sepotong kertas ketika mereka berada di makam Mama Ajeng. Fika ingin sekali menghubungi sahabatnya itu. Betapa rindunya dia, sudah lama tidak lagi berbagi kisah. Nomor Yuna yang lama, tidak lagi aktif. Kini taksi yang di tumpangi Fika telah tiba di depan rumah yang sangat membuat mata Fika berdecak kagum. Tidak menyangka, sahabatnya itu dapat menempuh hidup sebagai orang kaya. Fika yang tahu seluk beluk hidup Yuna, ikut bersyukur nasib baik menghampiri sahabatnya itu. Dari balik pagar hitam menjulang tinggi itu, Fika berada di depannya. "Waahhh ... Rumahmu sungguh besar Yuna. Semoga nasib baikmu juga menghampiriku," Fika bermonolog dengan dirinya sendiri. Sambil memegangi tas salempangnya itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN