Bab 32

1254 Kata

"Seandainya, semua hutangmu pada Mama aku anggap lunas, apa kau mau kita bercerai?" Reynard menatap serius pada Yuna. Wajah wanita itu semakin meredup tatkala suatu hal yang baru saja di lontarkan oleh Reynard itu bersangkutan dengan perceraian. Reynard rasa tidak ada yang salah dari yang ia katakan. Ia rasa mungkin Yuna akan memiliki kesempatan dalam mencerna ucapannya. Selama ini Yuna barang kali terikat oleh sebuah hutang dan ini semua tidak lepas atas permintaan sang Mama. Reynard tahu, posisi mereka sama-sama tidak menginginkan semua ini. Setelah tadi Reynard mendengar langsung penjelasan wanita itu. Netra mata Yuna mulai menatap nanar pada Reynard. Tenggorokannya seperti tercekat. Sebenarnya ini merupakan keputusan yang sangat sulit untuknya saat ini. Bukankah apa yang baru saja i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN