Nyonya Delusa meneguk segelas teh hangat sambil menikmati udara pagi di halaman rumahnya. Duduk di kursi kayu panjang berwarna putih. Dengan pemandangan bunga-bunga yang tengah bermekaran. Tidak ingin menghubungi terlebih dulu, Nyonya Delusa hanya ingin satu panggilan masuk keponselnya. Berharap kabar yang akan di bawakan padanya, kabar baik. Sebab ia tahu, bagaimana kinerja lelaki itu. Sangat jarang mengecewakannya. "Aku yakin, kau pasti bisa!" gumam Nyonya Delusa. Meneguk lagi teh hangat miliknya yang di buat oleh pelayan. Tidak lama kemudian, sesuatu yang di tunggu-tunggu oleh Nyonya Delusa akhir berdering juga. Ponsel yang sengaja ia letakkan di pangkuannya, bergetar seiring irama musik mengalun dari gawai itu. Seutas senyum terbit di raut wajahnya. Melihat nama sipemanggil muncul

