Zahra mulai melangkahkan kakinya perlahan menghampiri pria itu. Membuat orang-orang seisi ruangan langsung histeris. "Yang kupunya hanyalah hati yang setia..., tulus padamu...," Tepuk tangan kembali bergemuruh saat pria itu mengakhiri lagunya. Pria tampan itu langsung tersenyum menatap Zahra yang melangkah menghampirinya. Satu langkah... Dua langkah... Tiga langkah... Dan... Plakkk!!! Seluruh orang di dalam cafe itu hanya terperangah tak bisa berkata apa-apa. Melihat Zahra menampar wajah pria itu dengan kasar. "Kamu udah bikin aku malu tau nggak?!" Zahra berbalik badan kemudian berlari keluar dari cafe itu. Vilan menghempaskan gitarnya ke sembarang arah. Kemudian berlari mengejar Zahra. "Zahra tunggu!" Vilan dengan cepat mencekal lengan Zahra. "Lepasin!" pekik Zahra dengan waja

