Erwin menatap nanar foto dirinya bersama Rena dan Viola, kebersamaan keluarga kecilnya pada zaman dahulu kala. Mambuat air matanya tiba-tiba menetes karena sadar jika kenangan itu hanya menjadi sebuah sejarah yang bisa dipelajari tapi tidak bisa diulang kembali. "M... Mas?" panggil Zahra dengan suara serak habis bangun tidur. Perempuan itu mengucek-ngucek mata sayunya habis bangun tidur. Erwin buru-buru memasukkan foto itu ke dalam laci, kemudian berbalik badan menengok ke arah Zahra. Entah mengapa melihat wajah lucu Zahra baru bangun tidur membuat Erwin ingin tertawa. Sepertinya Erwin ingin menghibur dirinya sebentar. Lelaki tampan itu mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompetnya. Kemudian menghempaskan uang itu ke arah Zahra. "Terimakasih untuk tadi malam." Zahra langsun

