Mata orion membelalak mendengar permintaan violet.ia kemudian berkata pelan
"Aku takut menyakitimu violet"
"Menyakitiku??? "
"Kau faham apa yang kau minta barusan kan? "
"Hanya tidur bersama di rumahmu sambil berpegangan tangan....?!"
Jawab violet polos.
Orion lalu tertawa karna baru ingat bahwa wanita di hadapannya sejatinya adalah gadis berusia 17 tahun.
" Apa ada yang lucu? "
Orion lalu mencubit gemas pipi violet
"Aww! "
Pekik violet
"Kau membuatku memikirkan hal lain violet,Kalau begitu biar aku saja yang menginap dirumahmu. "
***
Malam itu violet tidur di ranjangnya ditemani Orion yang duduk dan tertidur di sampingnya,tangan keduanya saling mengait.
Bagi violet yang tak memiliki pengalaman apapun tentang percintaan, tidur bersama artinya adalah tanda bahwa keduanya sudah tak dapat di pisahkan lagi.
Violet tak sadar bahwa rasa cintanya kepada orion akan membuatnya celaka.
Di dalam tidurnya yang lelap, alice kembali menemui violet,namun tak seperti biasanya, kali ini alice menunjukkan wujudnya yang asli.
Ia adalah nenek tua seram, dengan hidung runcing dan kuku jarinya yang kotor. Persis seperti penyihir yang sering di lihatnya di televisi.
Ia menghampiri violet dan mencekiknya dengan kasar
"Dasar gadis d***u! Kau hanya ku perintahkan untuk membuat mereka jatuh cinta padamu, kenapa kau malah mencintainya???!!! "
violet berusaha melepaskan cengkraman alice di lehernya dan menjawab dengan susah payah, berharap alice akan melepaskannya.
"Aku tak bisa menguasai hatiku, alice"
Mendengar jawabannya, alice justru semakin murka dan mengencangkan genggaman nya di leher violet.
"Sekarang rasakanlah hukumanmu!!! "
Alice berteriak kesakitan dalam mimpinya. Dengan kekuatan sihir, alice membakar hati violet yang telah di penuhi cinta untuk orion.
Ia lalu menggantinya dengan hati yang masih kosong.
Kini Segala kenangan indahnya bersama orion hanya akan di ingatnya hanya sebagai usaha untuk membuatnya dapat keluar dari dreamyland.
Akibat perbuatan alice, violet merasakan sekujur tubuhnya seperti terbakar, iapun segera terbangun dari tidurnya dan berlari ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuh.
Violet menceburkan dirinya ke dalam bak mandi tanpa melepaskan gaun tidurnya lalu tertidur hingga pagi datang.
Orion terbangun dan merasakan bahwa violet tidak lagi menggenggam tangannya, ia terkejut karna violet tidak berada di sampingnya.
Orion lalu hendak keluar dari kamar violet untuk mencari keberadaan nya, namun ia mengurungkan niatnya saat melihat pintu kamar mandi violet yang tertutup, menandakan violet sedang berada di dalamnya.
Ia pun mengetuk kamar mandinya untuk memastikan keberadaan violet
"violet!!apa kau ada di dalam???""
tak ada jawaban dari Dalam sana.
Orion pun mengetuk dan bertanya lagi
"Violet!!kau baik2 saja???"
Masih tak terdengar suara apapun. membuat Orion mulai merasa khawatir. Ia lalu memanggil lily pelayannya untuk memeriksa keadaan violet di kamar mandi.
Lily mencoba membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci,
Perlahan ia memasuki kamar mandi seraya memanggil majikannya.
Dan terkejut melihat sang nona yang tertidur di dalam bak mandinya tanpa melepas pakaian, sama seperti ketika sang nona pulang dari hutan sebelumnya.Saat itu cuaca memang panas, tapi kali ini Cuacanya sudah mulai memasuki musim dingin.
Dengan bingung lily membangunkan violet
"Nona!bangunlah! "
Violet membuka matanya dengan lemah
Dan segera menggigil saat menyadari dirinya berada di dalam air.
"Kenapa aku disini lily? "
Bibir violet membiru dan terlihat bergetar. Sedangkan lily memandang heran majikannya.
"Saya tidak tahu nona.sebaiknya anda segera keluar agar tidak terserang flu"
Lily membantu violet keluar dari bak mandi dan segera menggantikan pakaiannya yang basah.
***
Setelah berganti pakaian, Orion yang khawatir langsung memeluknya
"Kau membuat ku sangat khawatir sayang.. "
Lily melebarkan mulutnya karna terkejut dengan sikap mesra Orion.
violet yang hatinya telah berubah juga terkejut dan merasa tak nyaman, perlahan ia mendorong Orion menjauh.
"Terimakasih telah menghawatirkan aku, tapi aku baik2 saja "
Orion sempat terkejut dengan penolakannya, tapi ia mencoba memahami karna lily yang sedang melihat mereka.
Orion lalu menanyakan apa yang terjadi semalam, tapi violet tak mengingat apapun.
Ia bahkan tak ingat mengajak Orion tidur bersama.
"Apa kau sungguh tak mengingat apa yang terjadi tadi malam? "
Orion khawatir dengan violet yang tertidur di kamar mandi.
Violet hanya menggeleng dangan tatapan kosong, tubuhnya yang seharusnya di penuhi energi kini kembali melemah karna hatinya yang kembali kosong.
"Yang ku ingat hanya pangeran yang menghabiskan waktu bersama ku di taman Ria. Setelah itu aku tak ingat apapun lagi"
Orion bersyukur karna tak ada hal buruk yang menimpanya, tapi juga kecewa karna dia melupakan ciuman mesranya tadi malam.
Bagaimana bisa violet melupakan hal indah itu???
Apa yang terjadi padanya semalam???
***
Hari ini violet ingin ke hutan untuk memastikan garis pintunya bertambah setelah menyelesaikan misi ketiga.
namun belum sempat ia dan Orion pergi,Sang guru baru bernama miguel datang untuk mengajari violet, kali ini violet tak memiliki alasan apapun untuk menghindar lagi. Iapun mau tak mau mengikuti pelajaran dari guru tampan itu.
Daripada pelajaran, violet lebih fokus pada wajah tampan Sang guru. Iapun berfikir
"Kau sangat beruntung cataluna violet... di dunia ini kau di kelilingi banyak pria tampan"
yang di sampaikan oleh sang guru adalah pelajaran yang pernah di pelajari nya waktu SMP yang tentu saja sudah sangat violet kuasai,membuat dirinya bosan dan mengantuk.
Sang guru heran melihat violet yang tidak bersemangat untuk belajar, sebelumnya violet selalu memperhatikan dengan sungguh-sungguh walaupun ketika ia di tanya dan di beri soal tak pernah bisa menjawabnya dengan benar.
"Apa kau merasa bosan nona violet? "
Tanyanya lembut
"Maaf guru, sepertinya saya hanya kurang tidur tadi malam"
Violet beralasan.
Sang guru kemudian mendekati meja belajarnya dan berkata pelan sambil tersenyum
"Kau bahkan merubah gaya bahasamu demi menarik perhatianku"
Violet tidak mengerti sama sekali dengan ucapannya. Namun ia mencoba menebak, seperti nya...
Cataluna violet menyukai guru miguel???
"Baiklah.aku akan menjawab suratmu dengan jawaban yang kau mau bila kau bisa menjawab setengah dari seluruh pertanyaan di papan ini"
Tawar Sang guru seraya menunjuk papan yang berisi 10 soal matematika
"Surat??? Surat cinta?? "
Pikir violet.
"Boleh saya memberi penawaran guru? "
"Penawaran?? "
"Saya akan menjawab semua pertanyaan ini, tapi guru harus menghentikan pelajaran hari ini"
Sang guru nampak bingung.
Belum sempat ia menyetujui penawaran violet, dengan percaya diri ia maju dan mengisi soal matematika itu tanpa kesulitan sedikitpun.
Sang guru lalu memeriksa jawaban violet yang ternyata benar semua
"Jawabanmu benar semua nona"
Violet tersenyum bangga
"Namun bagaimana kau mengisinya dengan rumus yang berbeda?? Aku tak pernah mengajarimu rumus ini. Bahkan aku tak tahu ada rumus seperti ini"
Sang guru semakin bingung.
"Yang penting kan jawabannya benar, guru. Kalau begitu sekarang saya pamit pergi"
Dengan santainya violet meninggalkan Sang guru yang masih meneliti jawaban violet, tapi ia tiba-tiba mengingat sesuatu dan berbalik
"Maafkan saya guru, karna membuat Anda salah faham dengan surat saya sebelumnya.sebenarnya rasa suka saya tak lebih dari rasa kagum karna anda begitu sabar dalam mengajari saya"
Sebelumnya Sang guru menggoda violet akan menerima cintanya karna yakin violet tak dapat mengisi setengah dari soal matematika itu, namun kini ia merasa seperti di tolak oleh wanita yang menyukainya.
Begitu violet keluar dari ruang belajar, lily memberitahukan bahwa pangeran menunggunya di ruang tamu.
Violet lalu turun kebawah untuk menemui Sang pangeran, dengan sopan ia menyapa pangeran yang sedang berbicara dengan kedua orang tuanya.
entah apa yang merasuki Sang pangeran, begitu ia melihat wajah violet, Sang pangeran langsung menghampiri dan memeluknya.
Pemandangan itu sontak membuat keluarganya terperanjat kaget, orion yang sedari tadi menunggu violet belajar bahkan langsung pergi karna kesal.