“Kenapa kau ada disini ?” Aku menatapnya angkuh kali ini. Meskipun sebelumnya aku tak pernah memiliki masalah dengan dirinya secara pribadi. Namun karena situasi sekarang berbeda. Meski dia tak bersalah padaku secara personal. Keberadaannya dirumahku malam ini kuanggap sebagai kesalahan fatal. Pria berkacamata itu lantas hanya berdiri didepanku dengan senyumannya yang terlampau kentara, kemudian menaikan kacamatanya seperti biasa. Tanyaku tak dia jawab, sebaliknya dia melirik kearah lain. Meski batang hidungnya belum nampak aku tahu jika arah yang dia tuju adalah Grigorii. Mantan suamiku itu sengaja mengutus Ustin lebih dulu untuk mendapatkan akses masuk dari penjaga rumahku. Dasar lelaki licik. “Aku kemari karena perintah darinya..” Dia mengedikan bahunya, seolah apa yang dia lakukan b

