Seumur hidupnya Grigorii tidak pernah menerima penolakan, tidak pernah ada yang berani merendahkannya, apalagi menghinanya dengan cara setegas itu. Cuma Aghta yang sanggup memporakporandakan harga dirinya yang setinggi langit. Semuanya bermula tepat setelah persidangan selesai. Dia memutuskan untuk beristirahat sejenak. Sidang perceraian berjalan cukup lancar, namun dia teringat akan sesuatu yang Aghta berikan padanya. Sebuah dokumen yang menjadi senjata bagi Aghta yang membuatnya tak berkutik. Grigorii meraih amplop coklat dari laci mejanya. Raut wajahnya berubah serius, alisnya bertaut. Dia mengerang usai membaca seluruh isi dokumen yang diberikan mantan istrinya pasca pertengkaran mereka. Sebuah berkas yang dia gadaikan demi membebaskan kakaknya dari penjara. Grigorii tahu jika Aghta m

