bc

My Wife

book_age16+
819
IKUTI
6.4K
BACA
drama
like
intro-logo
Uraian

Sherill

Mungkin bagimu pernikahan hanya sebuah status, yang dapat di ubah entah itu nanti menjadi pantas untuk di kenang ataupun sebaliknya hanya menjadi ingatan seperti sampah yang harus dibuang ataupun disingkirkan secara halus maupun kasar.

Tapi semua itu tidak berlaku bagiku bagi prinsip kehidupanku saat ini dan nanti kelak dikemudian hari, karena bahwa pada kenyataannya pernikahan yang kita jalani ini sudah sangat sah dengan adanya pendeta, disebuah gereja dan disaksikan oleh orang tua, teman , dan tuhan.

Aku tau pada kenyataannya ini hanya sebuah pernikahan yang terjadi karena perjodohan, yang dimana nantinya hanya ada sebuah cerita di akhir entah itu bahagia atau tidak tergantung dari kita yang menjalankan karena secara sadar sinar belum datang pada kehidupan kita saat ini karena untuk mengalami perubahan secara signifikan butuh perjuangan dan sebuah pengorbanan yang dilakukan entah itu disertai dengan tangis ataupun canda ria.

***

Sandrevano

Aku tau aku adalah orang paling bodoh, yang tidak pernah bisa membedakan dimana masa lalu dan masa depan karena terkadang aku berfikir untuk selalu menjadi yang terbaik tapi pada kenyataannya sangat mustahil terjadi.

Ketika mereka pergi meninggalkanku, aku baru menyadari arti cinta,rasa sakit,dan penyesalan yang teramat dalam.

Aku percaya pada keajaiban, yang dimana nantinya akan membawa kembali mereka ( istri dan anakku ) .

entah itu esok, lusa , atau bertahun tahun lamanya, karena sampai kapanpun aku akan siap dan rela untuk menunggu mereka datang padaku atau aku yang akan mengejar mereka.

chap-preview
Pratinjau gratis
My Wife BAB 1 Wedding.
Sherill Mungkin bagimu pernikahan hanya sebuah status, yang dapat di ubah entah itu nanti menjadi pantas untuk di kenang ataupun sebaliknya hanya menjadi ingatan seperti sampah yang harus dibuang ataupun disingkirkan secara halus maupun kasar. Tapi semua itu tidak berlaku bagiku bagi prinsip kehidupanku saat ini dan nanti kelak dikemudian hari, karena bahwa pada kenyataannya pernikahan yang kita jalani ini sudah sangat sah dengan adanya pendeta, disebuah gereja dan disaksikan oleh orang tua, teman , dan tuhan. Aku tau pada kenyataannya ini hanya sebuah pernikahan yang terjadi karena perjodohan, yang dimana nantinya hanya ada sebuah cerita di akhir entah itu bahagia atau tidak tergantung dari kita yang menjalankan karena secara sadar sinar belum datang pada kehidupan kita saat ini karena untuk mengalami perubahan secara signifikan butuh perjuangan dan sebuah pengorbanan yang dilakukan entah itu disertai dengan tangis ataupun canda ria. *** Sandrevano Aku tau aku adalah orang paling bodoh, yang tidak pernah bisa membedakan dimana masa lalu dan masa depan karena terkadang aku berfikir untuk selalu menjadi yang terbaik tapi pada kenyataannya sangat mustahil terjadi. Ketika mereka pergi meninggalkanku, aku baru menyadari arti cinta,rasa sakit,dan penyesalan yang teramat dalam. Aku percaya pada keajaiban, yang dimana nantinya akan membawa kembali mereka ( istri dan anakku ) . entah itu esok, lusa , atau bertahun tahun lamanya, karena sampai kapanpun aku akan siap dan rela untuk menunggu mereka datang padaku atau aku yang akan mengejar mereka. Selamat membaca ----- " ►Gereja Sherill. Di sinilah aku berdiri, Memakai baju pengantin yang sangat cantik, berjalan beriringan dengan seorang Pria berumur yang sudah tidak muda lagi tapi dia masih terlihat tampan, gagah dan begitu mempesona. Dialah Ayahku Johannes, aku selalu berharap Memiliki suami sepertinya, seseorang yang terlihat dingin tetapi memiliki hati bak malaikat di dalam. "Kamu sangat cantik Sherr, Papah tidak menyangka kamu akan menikah dan melepaskan status lajangmu jadi lah istri yang baik hmmm dan Ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak." Ucapnya sambil mengusap pipiku lembut, aku menatapnya sendu. "Papah." Aku sedikit sedih melihat raut wajah Ayahku saat ini . ******* Ayahku menuntunku berjalan menuju altar Di ujung altar terlihat sosok Pria memakai tuksedo dengan rambut hitam mengkilat Yang tak lain dan tak bukan Ia adalah Sandrevano. Pria yang hari ini akan menjadi suamiku. Dan Pria yang telah di jodohkan denganku terlihat sekali wajah datarnya yang melihatku saat aku mendekat. Aku tahu pada dasarnya dia tidak pernah menerima pernikahan ini sampai terjadi, aku pun begitu. Aku selalu tau bahwa pernikahan yang tidak pernah di dasari oleh cinta pasti akan berakhir perpisahan, tapi tergantung dengan mereka yang menjalankan bukan?. Dan aku selalu tau di mana setiap kehidupan pasti akan ada sebuah keajaiban yang akan datang, entah itu akan datang secepatnya atau nanti di kemudian hari entahlah yang terpenting jalani saja dulu karena kita tidak akan pernah tau endingnya akan seperti apa dan bagaimana di akhir. Tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan menarik lembut tanganku lalu menggengamnya dengan hangat ternyata itu adalah tangan sandrevano.Yang awalnya tanganku berada di lengan ayahku, ia tersenyum kearahku, Aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil Dan setelah itu kami mulai mengucapkan janji suci dan setia kami di hadapan Tuhan, pendeta, keluarga dan para undangan yang hadir. Kemudian kami saling memasangkan cincin satu sama lain, sesaat ku lihat Ibuku menitikkan airmatanya ya mungkin airmata bahagia, Dan di sampingnya terlihat Ayahku merangkul bahu Ibu sambil tersenyum kepadaku dan tak lupa pandanganku tertuju pada Pria tampan yang duduk tepat di samping Ayahku yang sedang menghadap ke arahku dengan tatapan sendu, Johan ia juga yang tidak menginginkan pernikahan ini segera terjadi bahkan ia menentangnya karena ia tak mau aku menjalani kehidupan pernikahan ku secara terpaksa tanpa cinta. "Baiklah sekarang mempelai Pria boleh mencium mempelai wanitanya." Ucap Pendeta Sandrevano pun menatap ke arah ku dan ia pun mulai membuka tudung kepala yang menutupi wajahku Sesaat pandangan kami saling bertemu, Dia mulai mendekatkan wajahnya kearahku. Kemudian wajahnya perlahan semakin mendekat dan perlahan sangat dekat, aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang menerpa wajahku, aku hanya bisa terdiam dan memejamkan mataku Tiba tiba aku merasakan ia mengecup lembut keningku hingga beberapa detik Dan tak lama berhenti dan memandangku dengan tenangnya dan senyum kecilnya. Semua orang yang berada di dalam gereja bertepuk tangan dengan meriah tapi aku dan dia hanya tersenyum kecil? Aku hanya bisa tersenyum mencoba terlihat baik baik saja walaupun pada kenyataannya hatiku menjerit untuk berkata tidak dengan semua yang terjadi, karena pada dasarnya aku ingin mengutarakan isi hatiku untuk berkata harusnya semua hanyalah mimpi, Dan aku rasa Dia pun sama seperti ku. ► Home. Sudah dua hari kami tinggal bersama, kami tinggal di rumah yang sengaja dibeli oleh Ayah Sandrevano yang sekarang adalah mertuaku rumah ini adalah hadiah pernikahan untuk kami berdua tempati, Rumah minimalis, yang selalu aku impikan sejak dulu kalau aku menikah nanti. Rumah berlantai dua yang elegan Dan tersedia halaman belakang, juga banyak pohon-pohon hijau yang membuat udaranya menjadi sangat sejuk Aku sangat suka dengan tampilan rumah ini, namun tidak dengan suasana yang berada di rumah ini yang seakan tidak berpenghuni karena aku dengannya lebih banyak diam, karena bagi kami untuk saat ini pernikahan yang kami jalani hanyalah sebuah status sementara yang dimana nantinya hanya menjadi kenangan jika kami berpisah kelak, maka dari itu kami lebih menghargai privasi masing masing dan tidak ingin ikut campur untuk urusan yang bukan menjadi urusan kami berdua. ******* Seperti biasa, hari ini kami saling bersiap untuk memulai kembali rutunitas bekerja karena sudah 5 hari kami cuti kerja dengan alasan pernikahan atau pengantin baru, aku dan Sandrevano sudah siap dengan pakaian kantor kami dan kami memulai sarapan dalam diam, aku sedikit tau kebiasaanya sekarang setiap pagi hari aku harus membuat secangkir kopi tanpa gula dan menyiapkan 1 buah koran di meja pukul 6 pagi. kami duduk dalam diam dan pandangan ku tak sengaja melihat kearahnya yang sedang menatapku seolah ingin mengatakan sesuatu padaku. "Sherr." Panggilnya dengan tatapan nya menatapku "Iya." Jawabku kemudian menatapnya. " Mungkin kita sama sama tidak menginginkan pernikahan ini bisa terjadi tapi, aku tidak akan menganggu privasimu dan ku harap kau pun begitu tapi ketika di hadapan orang tua kita bersikaplah bahwa kita memang benar benar suami istri yang saling mencintai." Ucapnya tetap pada posisi menatapku. aku hanya menatapnya tanpa berbicara sepatah katapun. " Baiklah aku akan melakukannya. " Jawabku toh pada initinya pernikahan ini juga akan seperti asam garam fikirku. "Kamu bisa panggil aku Evan sama seperti keluarga yang lain." Ucapnya lalu tersenyum. Aku menatapnya lalu tersenyum kecil “Evan! Bagaimana kalau San, aku memiliki pegawai yang bernama evan dan aku tidak nyaman memanggilmu seperti itu, apa kau setuju panggilanku padamu adalah San tidak masalah bukan?.” tanyaku padanya. Kulihat dari ekor mataku ia tersenyum lalu kembali menatapku. " Menarik baiklah jika itu maumu, ah ya jadi mulai sekarang anggaplah kita adalah seorang teman bagaimana apa kau setuju?." Ucapnya lalu mengulurkan tangannya padaku dan mengisaratkan aku agar menjabat tangannya juga. aku menganggukan kepalaku tanda setuju lalu mengangkat tanganku dan menjabat tangannya. Ia mulai menghabiskan sarapannya aku pun juga memaksn sarapanku, aku rasa untuk ukuran pria dia tidak terlalu buruk fikirku dan kembali melanjutkan sarapan. Kami melanjutkan sarapan dalam diam, setelah selesai aku dan dia berangkat menuju kantor kami masing-masing. @Kantor Sherill Berjalan memasuki lobi kantor aku bertemu dengan beberapa karyawan yang menyapaku dan aku hanya tersenyum menanggapi mereka. Aku sampai di depan pintu ruangan ku dan aku pun masuk dan mulai bekerja. Terkadang aku jenuh dengan kehidupanku, tapi kalau di ingat lagi aku tidak akan bisa berbuat apa apa . Karena semua sudah di atur ,dan aku pun tau semua ini adalah garis tuhan yang sudah di tetapkan untuk kehidupan ku yang sedang kujalani sekarang, dan sekarang aku hanya bisa pasrah dan menjalani sesuai yang sudah di tetapkan sebagaimana mestinya berjalan, karena aku tau pada intinya semua yang kulalui adalah kehidupan yang aku jalani. Pov. @Sandrevano Aku memasuki ruanganku begitu tiba di kantorku, aku sempat berfikir bahwa sesungguhnya menjalani sebuah pernikahan malah membuat kehidupanku jadi semakin sangat rumit, karena jika kita menikah dengan wanita yang tidak kita cintai maka pasti kehidupan ini tidak akan berjalan lancar bukan, itu yang ku tahu dari beberapa rekan ku tapi entah lah aku rasa untuk seorang istri ia tidak terlalu buruk karena yang ku tahu ia di besarkan dari keluarga yang cukup terpandang dan pasti memiliki aturan yang sangat ketat yang di ajarkan oleh kedua orang tuanya. Entahlah jalani saja. Pov. @Sherill. Suara ketukan pintu membuatku mengalihkan pandanganku dari berkas ke Arah pintu ,Ku rasakan seseorang mengetuk pintu ruanganku. Dan tak lama masuk lah sesosok pria tampan bermata teduh yang menatapku lalu tersenyum kecil, kakak ku, Johan yang sosoknya sudah seperti teman dan ayah pengganti untukku, tempatku mencurahkan segala isi hatiku dari sedih maupun kecewa ia pasti akan bersedia menjadi pendengar yang baik untukku. Terkadang aku berfikir ingin mati, Tapi kalau aku banyak mendengar kisah tentang kematian maka aku harus berfikir berpuluh puluh kali, karena sesungguhnya kematian itu lebih mengerikan dari sebuah hukuman maka dari itu aku mengubah fikiranku, yah setidaknya itu lebih baik karena belum tentu Tuhan akan menempatkanku di tempat terbaiknya justru ia akan melemparku di tempat yang lain dan aku tak ingin itu sampai terjadi. "Hei Melamun." Ucap Johan Padaku. ''Tidak, apa kaka datang Sendiri ??. ”Tanyaku Padanya. Ia menatapku kemudian tersenyum. “Ya kamu taulah kalau Kaka mengajak Nike, oma akan tau dan aku tak ingin ia melakukan hal yang tidak-tidak.” Ucapnya dengan sendu. Aku memandangnya, ya beginilah hidup kami yang selalu di campuri dengan bumbu bumbu dramatis seperti di drama drama korea, keluarga kaya harus menikah dengan keluarga setara karena kalau menikah dengan orang yang memiliki status lebih rendah maka orang tersebut akan di hancurkan atau tidak mereka hanya akan di pandang sebelah mata. Aku menghampirinya dan duduk di sebelahnya. “Sabar lambat laun sifat manusia juga akan berubah, mungkin bukan sekarang tapi nanti, jangan pernah menyerah. Semuanya pasti akan ada jalan keluarnya untuk menyelesaikan asal ada kemauan kenapa tidak. ”Ucapku menepuk bahunya. Ia menatapku lalu tersenyum. “Apa kamu bahagia menikah dengannya Sherr ?.” Tanya nya menatapku dalam. Inilah pertanyaan yang sejak tadi ku takutkan sampai keluar dari mulutnya, karena aku tau aku akan bingung harus menjawab apa dan bagaimana ia saja bisa tau jika aku sedang berbohong demi menutupi apa yang kurasakan bukankah ia terlihat seperti cenayang sekarang. “Tentu.” Jawabku seadanya dan mengalihkan pandanganku ke arah lain sebentar dan kembali menatapnya. Ia menatapku dengan tatapan yang sangat sulit ku artikan, tatapan antara percaya dan tidak percaya akan jawaban yang ku utarakan barusan. “Kamu mengucapkan bahwa kamu baik-baik di mulut mu, tapi tidak dengan hati dan matamu karena keduanya justru mengungkapkan sebaliknya.” Ucapnya Aku memandangnya, inilah yang aku benci dari sifatnya karena ia begitu mengerti diriku, aku bersedih atau gembira ia selalu tau akan hal itu hanya dengan isyarat kedua mataku. “Aku tak apa-apa Kaka percayalah padaku untuk kali ini saja aku mengatakan sejujurnya.” Ucapku lagi berusaha terlihat meyakinkannya Kurasa ia akan sangat sulit untuk mempercayai semua kata kata yang aku ucapkan barusan karena, kulihat tatapannya mengisyaratkan bahwa aku harus berbicara sesuai apa yang sedang aku rasakan saat ini di dalam hatiku. Ia menghela nafasnya sesaat sebelum kembali memandangku. “Sher aku sudah sering mengingatkan, jika kau tak suka ataupun kecewa jangan diam saja utarakanlah, Kau bukan robot yang setiap saat bisa di perdaya ingatlah kau manusia Sherr.“Ucapnya. Aku hanya diam, karena aku bingung untuk merespon seperti apa dan bagaimana karena ku tau ia sangat menyayangiku sebagai adik satu satunya yang ia miliki. Akun menyayanginya sebagai kakaku karena ia begitu mengerti diriku. "Kamu harus bicara terus terang sama Mamah dan Papah Sherr kalau kamu tidak setuju akan pernikahan ini, kenapa harus di paksakan kalau hanya membuatmu sakit nantinya."Ucapnya padaku Aku menatapnya kembali dalam diamku, jika saja bisa akan kulakukan di awal Johan. Tapi apalah daya aku hanya seorang anak tang dimana harus mengikuti orang tua. “Kaka kau tak usah memikirkan aku, karena aku baik baik saja, aku tak apa-apa mungkin memang sudah takdir atau bisa jadi Sandrevano memang jodoh yang di kirimkan oleh Tuhan untukku, jadi jangan pernah khawatir akan hidup yang kujalani saat ini .”Ucapku berusaha tersenyum. Ia menatapku dan mulai menghadap kearahku lalu tak lama kurasakan ia menggenggam kedua tanganku dengan erat. Tbc. Sherill. Aku tau aku bodoh, tapi mau bagaimana lagi karena aku tak mau di katakan anak yang tidak berbakti kepada kedua orang tuanya, tidak perduli bagaimana sakit yang harus ku tanggung sendirian, karena ku tau di balik peristiwa yang ku alami akan ada secercah kebahagian yang akan datang menghampiri entah secepatnya atau bertahun tahun lamanya karena aku akan selalu menunggu ,walaupun badai yang harus ku terjang sangat dasyat aku akan selalu bertahan demi masa depan yang cerah. Sandrevano. Aku hanya manusia biasa yang hanya bisa menuruti semua keingin orang tuaku tanpa bisa menuruti keinginanku sendiri dan bisa melakukan apa yang kusukai dan tak kusukai termasuk memilih siapa yang ingin kunikahi dan menjadi pendamping hidupku kelak, karena aku percaya mungkin ini takdir yang telah tetapkan dan diberikan oleh Tuhan untuk aku jalani dengan baik bersama dengannya wanita itu yang bernama Sherill. Wanita yang baik dan cerdas yang menjadi pendamping hidupku saat ini hanya untuk saat ini karena aku tau kelak akan seperti apa jalan kehidupan ini.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

KISSES IN THE RAIN

read
58.1K
bc

MANTAN TERINDAH

read
10.1K
bc

Long Road

read
148.5K
bc

DIA UNTUK KAMU

read
39.9K
bc

Noda Masa Lalu

read
205.8K
bc

Bukan Cinta Pertama

read
59.1K
bc

Sacred Lotus [Indonesia]

read
54.0K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook