"Mr. Johan."aku merasakan seseorang memanggilku dari kejauhan. Aku menatap kearahnya dan kemudian menundukan kepalaku,karena aku selalu ingat pesan ibuku bahwa dimanapun aku berada aku harus selalu menunjukan rasa hormatku kepada sesama entah itu muda ataupun tua. Aku merasakan ia mendekatiku dan berjalan ke arahku, cantik batinku. "Mr. Johan Mari ikut dengan ku, aku akan menuntunmu menuju beberapa akhirat untuk menjalani persidangan dan beberapa persidangan lainnya." Ucapanya padaku dan mulai berjalan ke depan aku pun mengikutinya dari belakang. Saat sampai di depan terdapat pintu berwarna hitam pekat yang terbuat dari besi, dan aku tidak tau apa yang ada di balik pintu tersebut. Aku pun bisa merasakan beberapa orang di sekelilingku pun penasaran terhadap pintu tersebut. Dan tak

