My Wife Bab 25

595 Kata
Sandrevano. Aku melihatnya terdiam dengan wajah menunduk. aku tau dia masih memikirkan masalahnya dan tak melihatku yang sedang berada di sekitarnya saat ini. aku tau ia lelah aku pun sama lelahnya dengannya karena memikirkan semua masalah ini yang sedang terjadi secara bertubi tubi pada keluarga ini. pada keluarga kami saat ini karena masalah ku dengannya sudah selesai dan sekarang tinggal masalah nya dengan keluarganya saja yang belum selesai karena semakin banyak saja yang terjadi secara bertubi tubi saat ini. aku bahkan tak.bisa berbuat banyak padanya karena akupun tau ini tak seperti apa yang dibayangkan sebelumnya bukan ? tapi akupun hanya bisa menatapnya dari kejauhan saja karena bingung harus memulai obrolan ini dari mana dan sampai mana. aku lelah. sungguh lelah dengan semua kenyataan ini karena semua membuatku sangat sakit kepala. tapi aku tak bisa diam melihat nya yang masih merasakan kesedihan mendalam akan semua ini yang sedang terjadi saat ini. pov. Sherill. aku masih merasakan kesedihan mendalam akan hal ini karena aku tak bisa terus saja terdiam seperti ini aku sedih sangat sedih tapi mau bahlgaimana lagi jika mengingat semuanya maka air mataku akan jatuh dengan sendirinya. percayalah bahwa masalah akan cepat selesai tapi aku tak tau sampai kapan akan seperti ini. karena lelah terus menghampiri secara bertubi tubi. entahlah. pov. " Sayang kau tak apa?." Tanyaku padanya. ia menatapku lalu terdiam sejenak. " Hmmm Tak apa apa." Jawabnya tanpa menoleh ke arah ku. " Kau yakin ???." Tanyaku lagi. " Yahh aku sangat yakin, jangan khawatir San." Ucapku. lalu menatapku tersenyum singkat. Aku yakin ia sedang menutupi segala kesedihannya yang sedang terjadi saat ini. Tapi aku pun tak ingin bertanya lebih Jauh lagi karena aku tau ia sedang Tak ingin di ganggu. Pov. Sherill. maafkan aku San aku benar benar sedang tidak ingin berbicara banyak saat ini. Aku harap kau mengerti. Sungguh sangat mengerti dengan keadaan saat ini. Pov. Johan. aku tau ia sedang marah padaku tapi aku sungguh sangat menyesal dengan semua keadaan ini yang sedang terjadi karena aku sungguh tidak bermaksud membohonginya sampai selama ini. aku sangat menyayanginya walaupun pada kenyataannya ia bukan saudariku. atau secara jelas dan nyata kami tidak memiliki ikatan batin secara kuat. karena aku lahir pada rahim yang berbeda dan dari ayah yang berbeda juga. Karena secara aku berfikir aku memiliki kehidupan yang secara sadar sangat beruntung karena dapat di adopsi oleh keluarga ku saat ini yang sangat begitu baik padaku dan menyayangimu secara bertubi tubi. aku tak pernah menyesal sedikitpun karena di besaran oleh keluarga ini saat dulu sampai hari ini karena alasannya adalah aku di besaran dengan penuh kasih sayang yang sama. tidak pernah ada perbedaan sedikitpun pada aku dan Sherill adikku. Karena orang tua kami tak pernah membedakan antara aku dan Sherill. itulah alasan kenapa aku begitu sangat mencintai keluarga ini. karena selama itu membuat kami bahagia aku akan sangat bahagia melihatnya dan tengah merasakan kasih sayang di keluarga ini secara dalam. pov. Sherill. " Aku Tau kau kaka ku, tapi kenapa kau membohongiku Han." Ucapku menatap fotonya di ponselku. aku memandangnya dengan sedih sekali kali ini dan aku sangat berharap semua ini takan pernah terjadi padaku dan dia untuk kali ini dan seterusnya tapi kenyataan pahit yang ku tau akan status dan kebohongan sebenarnya yang tidak secara langsung terungkap membuatku memikirkan segala keburukan yang ada dan yang sedang terjadi saat ini pada hubungan kami semenjak hari di mana aku mengetahui semua nya kebohongan terbesar dalam keluargaku yang sengaja di tutup rapat rapat oleh ibu Ayah maupun kaka ku. Yaitu Johan. orang yang aku anggap sangat berarti di hidupku dan sangat aku hormati sebagai saudara laki laki yang aku punya. Pov.........
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN